TNI Buktikan Komitmen, Dampingi Serasi Kementan

Senin, 27 Mei 2019, 08:59 WIB

Program Serasi Kementan melibatkan TNI AD. Peran dan fungsi TNI dalam pendampingan pelaksanaan kegiatan antara lain mengkoordinasikan peran serta Babinsa dalam kegiatan yang dilaksanakan petani. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja (kunker) di lokasi program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) Desa Kolam Kiri Dalam Kecamatan Barambai, BArito Kuala (Batola), Kalsel, Sabtu (25/05/2019).

Dalam kunjungan di lokasi optimasi lahan rawa ini Mentan didampingi Direktur Jenderal Sarana Prasarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Direktur Lahan Indah Megawati, dan Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Waaster Kasad) Brigjend TNI Steve P, Danrem 101/Antasari Kol Inf M Syech Ismed SE Mhan, dan sejumlah pejabat dan staf Kementan.

Dalam kesempatan ini, Mentan Amran Sulaiman juga berdialog dengan Kadis Pertanian dan petani terkait Program Serasi. Sekaligus memberikan arahan tentang pengolahan normalisasi saluran. "Alhamdulillah mimpi besar kita untuk membangunkan lahan tidur yaitu rawa di Kalsel dan Sumsel hari ini menjadi kenyataan," kata Mentan Amran.

"Kami sangat bangga kepada seluruh tim terkhusus kepada Pak Danrem, Pak Dandim,  Pati dari Jakarta,  Pak Dirjen, Kepala Dinas,  kami ucapkan terima kasih. Karena masyarakat kami sudah dengar langsung bagaimana bahagianya mereka, bagaimana senangnya mereka menyambut program ini. Saya yakin jika program ini berjalan dengan baik, maka petani bisa untung dua kali lipat. Dan itu sudah sesuai dengan mimpi besar kita, yaitu kesejahteraan petani," sambung Mentan Amran.

Amran menambahkan, dulu di sini tanam satu kali pertahun produksinya dua ton. Kalau tahun ini sudah bisa tanam dua kali bahkan tiga kali per tahun, produksinya mencapai enam ton. Artinya peningkatannya bisa naik sampai enam atau 10 kali lipat. "Sekarang ini target kami adalah bagaimana mengangkat perekonomian petani-petani Indonesia melalui transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian moderen," kata Mentan Amran.

Program Serasi bertumpu pada sejumlah kegiatan. Di antaranya pembuatan polder keliling dan tanggul pada saluran tersier dengan menggunakan excavator, normalisasi kanal sekunder pada daerah irigasi rawa dengan menggunakan excavator dan pembuatan saluran tersier baru untuk membawa air hingga ke tengah lahan.

Program ini juga melibatkan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Seperti traktor roda 2, traktor roda 4 dan bulldozer D21 yang didesain khusus untuk lahan rawa untuk proses pengolahan lahan.

Selain itu, juga dilakukan langkah menaikkan ph tanah dengan menggunakan berbagai teknologi. Di antaranya penggunaan amelioran kapur pertanian dan mikroba tanah. Juga dilakukan pemanfaatan decomposer hasil riset Balittra untuk mempercepat proses penguraian sisa-sisa rumput belukar yang dibersihkan. 

Pola optimasi lahan rawa yang dilaksanakan Kementan ini telah terbukti berhasil membalikkan kondisi rawa yang suram, menjadi harapan sumber penghasil pangan masa depan.

Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Kementan, Indah Megawati menyatakan, Kementan tahun ini melalui program Serasi akan mengoptimalkan lahan rawa dan pasang surut seluas 500.000 ha di enam provinsi. Yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Lampung, Riau dan Kalimantan Tengah. 

"Semakin banyak provinsi tentunya lebih baik. Jika satu provinsi ada masalah teknis, maka dapat dialihkan kepada provinsi lain, sehingga capaian target lebih luas," jelasnya.

Dilanjutkan Indah, dalam Program Serasi, Kementan juga melibatkan TNI AD. Peran dan fungsi TNI dalam pendampingan pelaksanaan kegiatan antara lain mengkoordinasikan peran serta Babinsa dalam kegiatan yang dilaksanakan petani. 

Selain itu, TNI akan membantu pelaksanaan SID dalam hal sosialisasi kegiatan, mendampingi dalam proses survey lapangan dan mendampingi proses pengerjaan fisik di lapangan. 

"TNI juga akan membantu menyampaikan laporan perkembangan kegiatan dan memastikan semua spesifikasi pekerjaan telah telah terlaksana dengan rencana," pungkasnya.(234)