FAO Apresiasi Kementan dalam Pengendalian Flu Burung

Rabu, 29 Mei 2019, 10:13 WIB

I Ketut Diarmita, bersama Stephen Rudgard dan James McGrane. | Sumber Foto: Biro Humas dan Publik Kementan

AGRONET -- Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) memberikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah berhasil dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit Avian Influenza (AI) atau flu burung. FAO sendiri telah mendukung program Pemerintah dalam pengendalian dan penanggulangan flu burung sejak tahun 2006.

"Sepanjang kerjasama 13 tahun ini, kami mengapresiasi angka kasus penyakit flu burung yang terus menurun,” kata Stephen Rudgard, FAO Representative to Indonesia and Timor Leste. Hal itu diungkapkannya dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, I Ketut Diarmita di Jakarta, kemarin (28/5).

Dalam kesempatan itu, I Ketut menyampaikan apresiasi kepada FAO atas kontribusinya dalam program pengendalian penyakit flu burung di Indonesia. Banyak keberhasilan yang telah diperoleh dalam kerangka kerjasama antara Indonesia dengan FAO.

Dia menjelaskan, pada saat ini pengendalian dititikberatkan pada peningkatan biosekuriti pada peternakan dan sertifikasi kompartemen bebas avian influenza (AI). Selain itu, program ini juga memantau dinamika virus yang beredar di lapangan untuk tujuan produksi dan penggunaan vaksin yang efektif dalam melindungi peternakan.

Implementasi strategi tersebut berhasil menekan kasus flu burung di peternakan rakyat dan memberikan sertifikasi kompartemen bebas AI bagi peternakan komersial. Keberhasilan sertifikasi tersebut membuat produk unggas Indonesia dapat diekspor ke beberapa negara. “Seperti Jepang yang persyaratan kesehatan hewannya sangat tinggi mau menerima produk unggas Indonesia sebagai bentuk pengakuan penjaminan keamanan dan kesehatan hewan Indonesia,” tambahnya.

James McGrane, Team Leader Unit Khusus FAO di Bidang Kesehatan Hewan (FAO ECTAD Indonesia), pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa kerjasama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan FAO perlu diteruskan. “Keberlanjutan kerjasama internasional ini akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam melindungi masyarakat dan mata pencahariannya dari bahaya penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia,” kata McGrane.

Ketut menyambut baik tawaran kerjasama lanjutan ini. Dia berharap kegiatan kerjasama ini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Flu burung adalah penyakit yang dapat ditularkan ke manusia (Zoonosis). Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza yang menyerang semua jenis unggas domestik termasuk ayam, bebek, dan burung puyuh, yang menyebabkan tingkat kematian yang tinggi. 

Kementerian Pertanian mencatat penurunan kasus flu burung  dari 2751 pada tahun 2007 turun menjadi  476 pada tahun 2018. Indonesia tertular virus flu burung sejak tahun 2003 yang menyebar ke beberapa wilayah dalam beberapa tahun saja. (591)