BUN 500, Program Tingkatkan Perkebunan

Senin, 10 Juni 2019, 12:46 WIB

Bibit gratis dari pemerintah. | Sumber Foto:Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan tengah memacu peningkatan produksi komoditas perkebunan dengan meluncurkan program BUN500. Program ini menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono, menjelaskan ketersediaan benih unggul merupakan faktor penentu untuk meningkatkan produksi berdaya saing. Ketersediaan benih unggul ini merupakan salah satu kendala yang dihadapi masyarakat, apalagi sebagian besar kondisi tanaman sudah tua dan atau rusak.

"Direktorat Jenderal Perkebunan melalui APBN menyediakan benih tanaman perkebunan dalam rangka tahun benih 2018. Ketersediaan benih unggul dipastikan mampu memenuhi kebutuhan terutama untuk perkebunan rakyat," ujar Kasdi di Jakarta, Sabtu (8/6).

Kegiatan dukungan perbenihan perkebunan ini melalui APBN-P 2017 dan 2018 menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan. Pelaksanaanya dilakukan secara non swakelola dan swakelola dengan melibatkan UPT Pusat lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan, UPTD Perbenihan, maupun kelompok masyarakat. 

Namun demikian, dalam pelaksanaannya belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Sebagian benih tidak dapat didistribusikan karena belum siapnya biaya transportasi yang terlalu besar. “Untuk mengatasi hal itu Direktorat Jenderal Perkebunan meluncurkan atau membangun program Benih Unggul 500 juta (BUN500)," jelas Kasdi.

Lebih jauh ia menuturkan program BUN500 merupakan program penyediaan benih unggul bermutu komoditas perkebunan sebanyak 500 juta benih dalam kurun waktu 2019-2024. Penyediaan benih unggul didukung dengan membuat logistik benih. Logistik benih yang dimaksud adalah jumlahnya masif dengan kualitas bagus dan distribusinya efisien. 

"Logistik benih akan dibangun di sentra-sentra perkebunan. Tujuannya agar benih unggul tersebut mudah untuk didistribusikan dan tidak membutuhkan biaya yang besar,” tuturnya.

Ia menambahkan sebagai upaya untuk mewujudkan ketersediaan benih unggul program BUN500 akan dilakukan pembangunan kebun sumber benih dalam bentuk kebun entres maupun kebun induk penghasil biji selama kurun waktu 2020-2024. Diharapkan program yang telah direncanakan akan dapat dicapai dengan baik mulai dari mutu teknik maupun mutu genetik benih yang dihasilkan.

Penyediaan logistik benih dapat dilakukan dengan dua metode yaitu swakelola dan non-swakelola. Swakelola artinya penyediaan benih dilakukan oleh instansi pemerintah bekerjasama dengan kelompok masyarakat. Sedangkan penyediaan benih non-swakelola maksudnya penyediaan benih dilakukan oleh pihak ke tiga dalam hal ini penyedia atau penangkar benih. 

Kasdi menegaskan keberadaan benih bermutu tanaman perkebunan sangat diperlukan untuk menunjang produktivitas, kualitas hasil serta ketahanan terhadap penyakit. "Penggunaan benih bermutu juga diharapkan mampu mengurangi berbagai faktor resiko dan meningkatkan produktivitas," ujarnya. 

Sebagai upaya untuk menyukseskan Program BUN500 telah tersedia lokasi kawasan pengembangan tanaman perkebunan yang tersebar di berbagai provinsi. Ketersediaan kebun benih sumber pada lokasi pengembangan harus pula didukung oleh adanya kebun pembenihan.(591)