Usai Lebaran, Harga Bawang Merah Turun

Rabu, 12 Juni 2019, 08:06 WIB

Petani mengangkut hasil panen bawang merah. | Sumber Foto:Distan Sumbawa

AGRONET -- Usai Idulfitri pasokan dan harga bawang merah stabil. Sebelumnya, harga bawang merah sempat naik pada hari H lebaran hingga H+3 lebaran.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Mohammad Ismail Wahab, di Jakarta,  Selasa (11/6) mengatakan penyebab kenaikan harga bawang merah tersebut karena para pedagang umumnya masih mudik. Akibatnya aktivitas jual beli di pasar pun masih sepi.

Berkurangnya pasokan bawang merah ke pasar pada H-2 Lebaran karena terbatasnya ekspedisi. Seperti, pasokan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati yang biasanya di atas 90 ton per hari, turun drastis hanya 20-30 ton pada libur lebaran. 

Ditambahkan Ismail, memasuki H+5 lebaran pasokan bawang merah kembali normal yang diikuti dengan turunnya harga. Harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati turun Rp5.000 per kilogram (kg) dalam waktu sehari dan terus menurun ke level normal yaitu Rp20 ribu-Rp25 ribu per kg untuk kualitas super.

Untuk itu, ujar Ismail, pihaknya akan mengevaluasi kembali pola pergerakan pasokan dan harga sayuran. Termasuk bawang merah menjelang, sedang, dan pasca-libur Lebaran maupun hari besar keagamaan lainnya. 

"Waktu satu minggu biasanya menjadi titik kritis yang justru perlu diwaspadai. Jangan sampai ada celah fluktuasi yang tajam pasokan dan harga. Kementan bakal mengawal ketat pasokan dan harga harian," tegasnya.

Ia kembali memastikan Kementan akan terus mewaspadai tren penurunan harga bawang merah agar jangan sampai merugikan petani. Terlebih lagi pada bulan Juli nanti akan ada panen raya di Brebes dan sepanjang pantura Jawa.

"Saat ini harga bawang merah di tingkat petani masih murah berkisar Rp15 ribu-Rp20 ribu per kg. Bahkan masih ada yang di bawah Rp15 ribu per kg," ujarnya. (591)