Petani Didorong Gunakan Benih Bersertifikat

Selasa, 02 Juli 2019, 07:17 WIB

Panen raya padi di Jawa Tengah. | Sumber Foto: Humas Kementan

AGRONET -- Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Takdir Mulyadi, mendorong para petani di daerah Pati, Jawa Tengah, agar menggunakan benih bersertifikat. Hal ini bertujuan agar petani mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Ditjen Tanaman Pangan tahun ini mulai melaksanakan pengembangan perbenihan tanaman pangan berbasis korporasi dengan fokus utama kegiatan produksi benih padi bersertifikat. Kegiatan korporasi dilaksanakan dari produksi hingga pemasaran. “Untuk tahun ini diarahkan untuk perbenihan. Kami harap petani akan mampu memenuhi kebutuhan benihnya sendiri,” ujar Takdir, Senin (1/7).

Dia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebatas memberikan bantuan kepada kelompok tani saja. Namun tindak lanjutnya secara aktif terus didampingi oleh pemerintah dan memberikan peluang menjalin kemitraan dengan swasta.

Menurutnya perbenihan berbasis korporasi adalah pengembangan nawacita desa mandiri. Hal ini dicanangkan pemerintah. "Dulu negeri ini sukses melaksanakan 1.000 desa mandiri benih. Kini saatnya dapat melanjutkan lagi dengan skala yang lebih luas," ujarnya.

Salah satu realisasi kegiatan yang telah memberikan manfaat, dirasakan oleh Kelompok Tani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka telah melaksanakan kegiatan pengembangan perbenihan berbasis korporasi dengan menanam padi sawah (varietas Inpari 33 dan Inpari 42) seluas 500 ha dan padi gogo varietas Inpago 9 seluas 200 ha.

Area itu menghasilkan 2.125 ton benih padi. Contohnya, Kelompok Tani Ngudi Lestari di Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowugu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menanam padi sawah Inpari 33 pada lahan seluas 50 ha.

Dengan adanya kegiatan ini, Kementan terus mengawal dan memastikan produsen benih bertanggung jawab menjamin tercukupinya benih dari penangkaran mitranya. “Harapannya, mereka mampu memproduksi benih bersertifikat memenuhi kebutuhan kelompok ataupun pengguna lainnya serta mendukung ketersediaan benih dalam program pemerintah,” pungkasnya. (591)