Kementan Dorong Peningkatkan Produksi Puyuh

Selasa, 09 Juli 2019, 15:25 WIB

I Ketut Diarmita dalam kegiatan pameran peternakan. | Sumber Foto:Biro Humas dan Publik Kementan

AGRONET -- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan, berkomitmen untuk mendukung pengembangan budidaya ternak puyuh. Hal itu disampaikan I Ketut Diarmita, Dirjen PKH, saat meninjau peternakan puyuh Araya Quail Farm (AQF) di Cimande, Bogor, Jawa Barat, pekan lalu. Pada kunjungan itu, Ketut bertemu dengan Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Gutomo, pemilik AQF mengatakan besar harapan, bahwa kehadiran Dirjen PKH merupakan awal yang baik dalam upaya meningkatkan pengembangan peternakan puyuh di Indonesia. "Potensi ternak puyuh ini sangat luar biasa, tapi masih minim sentuhan kebijakan. Ke depan saya mengajak Kementan untuk bersama-sama mengembangkan ternak puyuh di Indonesia," ungkap Gutomo. 

Ketut menyambut baik ajakan ini dan menyampaikan bahwa Pemerintah selalu siap memfasilitasi pengembangan peternakan di Indonesia. Apalagi untuk komoditas yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan dan berpeluang untuk ekspor.

Ketut berpesan agar APPI membentuk kelompok-kelompok peternak untuk memudahkan pembinaan dan fasilitasi dari pemerintah baik dari segi teknis maupun dukungan kebijakan. Ke depan, kata Ketut, pemerintah akan menyiapkan kebijakan untuk pengembangan puyuh ini. Termasuk kebijakan teknis dalam implementasi biosekuritas peternakan.

"Untuk peternakan puyuh yang sudah siap ekspor akan difasilitasi dan didampingi sampai bisa mendapatkan sertifikasi bebas kompartemen avian influenza.  Karena ini merupakan syarat mutlak untuk bisa ekspor" tambahnya. 

Kriswiyanto, salah satu peternak puyuh dari Sukabumi menyampaikan bahwa dari segi budidaya, beternak puyuh sangat mudah. Ancaman penyakitnya sangat sedikit.

Sementara itu terkait dengan produk puyuh yang dianggap tinggi kolesterol sehingga membuat masyarakat enggan mengkonsumsinya, Kriswiyanto membantah hal tersebut. Ia menegaskan bahwa kolesterol yang dikandung oleh produk ternak puyuh merupakan kolesterol yang baik dan menyehatkan. 

"Produk-produk ternak puyuh kami sudah diuji oleh laboratorium pemerintah, universitas, dan juga swasta. Hasilnya memastikan bahwa produk ternak puyuh memiliki kandungan protein tinggi, dan untuk by product berupa kohe dapat memenuhi unsur hara makro dan mikro yg baik untuk pupuk" jelas Kriswiyanto. 

Sementara itu Anton Permana, Alumni Lemhannas yang selama ini aktif membina peternak puyuh organik, menyampaikan potensi pasar domestik produk puyuh masih sangat terbuka lebar. Lanjut Anton, produk telur puyuh per bulan saja baru mencukupi 10 persen dari potensi kebutuhan sebesar 50 juta butir. Belum lagi produk puyuh lainnya seperti daging atau olahan produk puyuh seperti bakso, sosis, nugget, dan lain-lain. 

"Saat ini pola pemeliharaan dan bisnis puyuh masih konvesional. Ke depan kami bercita-cita budidaya dan pemasaran produk puyuh ini bisa dilakukan lebih modern dan profesional.

"Kami memberikan pendampingan, supervisi, dan menyediakan fasilitas pelatihan budidaya dan pemasaran produk puyuh di AQF, Cimande ini dan juga di Slamet Quail Farm, Sukabumi untuk para peternak puyuh di Indonesia," pungkasnya. (592)