Ekspor Pertanian ke Cina Meningkat Tajam

Rabu, 10 Juli 2019, 09:41 WIB

Amran Sulaiman melepas ekspor komoditas pertanian. | Sumber Foto: Humas Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian mencatat ekspor produk dan komoditas pertanian ke Cina untuk periode 2014-2018 meningkat signifikan mencapai 33,63 persen. Peningkatan ini berlaku pada semua ekspor produk pertanian.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, di Jakarta, Selasa (9/7). Menurutnya ekspor produk pertanian ke Cina selama 2014-2018 mencapai 33,63 persen atau rata-rata 9,27 persen per tahun. "Artinya, dari 3,99 juta ton meningkat menjadi 5,34 juta ton," ujarnya.

Ketut menambahkan hal ini bisa dilihat dari nilai ekspor hortikultura selama empat tahun terakhir yang tumbuh sebesar 27,98 persen. Demikian juga dengan produk perkebunan dan peternakan. Kedua sektor itu masing-masing tumbuh sebesar 26,10 persen dan 16,15 persen. Indonesia juga tercatat mengalami surplus neraca perdagangan dalam bentuk volume maupun nilai.

Selama periode 2014-2018, surplus perdagangan Indonesia ke Cina tumbuh 35,23 persen atau rata-rata 11,26 persen per tahun. Angka tersebut juga meningkat dari 2,84 juta ton pada tahun 2014 menjadi 3,85 juta ton pada tahun 2018. Selama periode tersebut, rata-rata surplus neraca perdagangan sebesar 3,61 juta ton atau setara Rp26,13 triliun.

Menurut Kariyasa, keberhasilan ini berkaitan dengan penerapan program terobosan yang dilakukan pemerintah. Program tersebut antara lain pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan) serta keterlibatan pada jaminan asuransi petani.

Kariyasa menambahkan hingga kini Kementan terus membenahi kebijakan untuk mempermudah proses eskpor serta perbaikan sistem layanan karantina. Pihaknya juga sedang melakukan pembangunan kawasan pertanian berbasis komparatif dan budaya untuk efisensi biaya. (591)