Kementan Prioritaskan Optimalisasi Lahan Rawa

Kamis, 01 Agustus 2019, 12:47 WIB

Lahan rawa. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu percepatan program selamatkan rawa sejahterakan petani (Serasi) di tahun 2019 ini. Lahan rawa jika dikelola secara optimal dapat meningkatkan produksi pangan.

"Kami yakin dengan dukungan sarana dan infrastruktur, rawa mampu mendukung ketahanan pangan nasional. Tidak hanya untuk tanam padi, tapi juga sayuran, buah-buahan, dan peternakan," ujar Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Bambang Sugiharto, di Jakarta, Rabu (31/7).

Bambang menjelaskan Kementan mengalokasikan bantuan pengembangan lahan rawa untuk pangan seluas 500.000 ha yang berada di 3 provinsi, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Untuk mendukung program tersebut Kementan memberikan bantuan berupa infrastruktur, alat mesin pertanian (Alsintan), dan sarana produksi (Saprodi). 

Infrastruktur pendukung antara lain tanggul, pompa, dan pintu air. "Kementan juga menyiapkan benih padi, pupuk hayati, dolomit, dan herbisida kepada petani secara gratis," ujarnya.

Bambang menegaskan, pengembangan padi di lahan rawa menjadi program prioritas di tengah maraknya alih fungsi lahan pertanian. Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), rata-rata alih fungsi lahan per tahun mencapai 150 ribu hingga 200 ribu ha. “Jika kita tidak melakukan terobosan program Serasi maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa terancam kerawanan pangan karena hilangnya lahan-lahan pertanian," tegasnya.

Data Kementan mencatat potensi rawa di Indonesia seluas 34,92 juta ha atau 18,28?ri luas daratan di Indonesia. Namun pemanfaatan rawa saat ini baru seluas 4,5 juta ha. Potensi pemanfaatan lahan rawa masih terbuka luas. 

"Melihat hal ini saya optimis target 500 ribu ini akan tercapai. Jika rata-rata produksi padi di lahan rawa 3 ton per ha maka 1,5 juta ton gabah kering giling yang bisa dihasilkan dalam 1 kali musim tanam," ujar Bambang.

Bambang menambahkan dengan adanya infrastruktur yang dibuat maka bisa sampai 3 kali tanam, sehingga produksi total yang didapat 4,5 juta ton gabah kering giling dari lahan rawa. "Program Serasi ini akan menjadi pembuktian kita bahwa tipologi lahan yang sulit pun masih memungkinkan kita manfaatkan potensinya asal kita mau berusaha dan bersungguh-sungguh," pungkasnya.(591)