Mentan Siap Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Daerah Transmigrasi

Kamis, 01 Agustus 2019, 13:09 WIB

Andi Amran Sulaiman bersama Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo,memberikan keterangan pers usai Rakor transmigrasi yang diselenggarakan Kemendes PDTT. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) siap ikut mensukseskan program transmigrasi yang dilaksanakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Salah satunya melalui program strategis jangka panjang yakni Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dengan memberikan berbagai bantuan pertanian, seperti benih, bibit, serta perluasan lahan.

"Saya kira konsep membangun desa itu artinya adalah membangun republik ini. Kita ingin meningkatkan kesejahteraan petani-petani yang ada di daerah transmigrasi," kata Amran saat menghadiri rapat koordinasi transmigrasi yang diselenggarakan Kemendes PDTT di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (1/8).

Rapat yang dibuka oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, itu bertujuan untuk merevitalisasi pembangunan kawasan ekonomi 4.0 sebagai upaya mensejahterakan masyarakat. Hadir Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmono, dan jajaran eselon I lingkup Kemendes PDTT, serta kepala dinas yang membidangi transmigrasi.

Amran menuturkan, kerjasama Kementan dengan Kemendes PDTT dalam pembangunan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani sudah berjalan sejak empat setengah tahun lalu. Alhasil, kerjasama itu berhasil meningkatkan produksi, menurunkan inflasi, dan menaikan kesejahteraan petani.

"Kemendes dan Kementan sudah lama membangun sinergi. Sejak awal kita sudah melakukan pendekatan dengan banyak program yang sudah kita canangkan. Termasuk membangun embung, meningkatkan produktivitas, dan menyiapkan bibit unggul," tuturnya.

Kerjasama lain yang juga cukup membanggakan, sambung Amran, yakni meningkatnya ekspor pertanian dan meningkatnya produk pertanian hingga 500 persen. Peningkatan ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. "Alhamdulillah ekspor kita tertinggi dalam sejarah. Ini adalah prestasi dari semua arahan yang diberikan Presiden Jokowi-JK selama empat setengah tahun ini," katanya.

Di tempat yang sama, Jusuf Kalla menekankan pentingnya konsep pemerataan ekonomi melalui program transmigrasi yang sesuai dengan perubahan zaman. Di sisi lain, transmigrasi juga mencakup aspek transfer keterampilan. "Konsep mentransfer keterampilan ini diharapakan menjadi kunci keberhasilan transmigrasi. Kita tahu di banyak daerah penerapan saling tukar keterampilan ini membuat ekonominya semakin baik," ujarnya.

Oleh karena itu, Wapres menegaskan transmigrasi pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi mereka yang datang. "Karena itu acara ini harus betul-betul jadi tujuan kita dalam meningkatkan kesejahteraan," tegasnya.

Sementara itu, Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, menekankan pentingnya infrastruktur yang baik guna menunjang daerah-daerah transmigrasi yang perlu mendapat perhatian. Langkah ini juga sekaligus untuk menyumbang pertumbuhan gross domestic product (GDP) secara nasional.

"Jadi daerah-daerah yang masih terekspos dengan high cost economy akan naik tingkat konsumsinya menjadi lebih baik lagi. Dalam hal ini, kami banyak dibantu oleh kementerian lain dalam pengembangan kawasan-kawasan transmigrasi tersebut, termasuk dari Kementerian Pertanian," katanya.

Eko menambahkan, ada 42 kawasan yang tersebar di seluruh daerah Indonesia yang menjadi target pembangunan berkala sampai akhir tahun ini. "Kami sedang menyiapkan lahan bersama pemerintah daerah baik yang telah mengirim atau daerah yang menerima, seperti dari Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah adanya kesenjangan," tandasnya. (591)