Temanggung Siap Pasok Bawang Putih Nasional

Senin, 12 Agustus 2019, 12:33 WIB

Lahan tanam bawang putih. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian telah menetapkan bawang putih untuk mampu swasembada. Salah satu pionir yang telah lama mendedikasikan pengembangan bawang putih adalah Temanggung. 

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, menyakini proyek swasembada bawang putih akan tercapai pada 2021. Tidak hanya itu, bawang putih lokal dapat juga bersaing dengan bawang putih asal Cina.

Untuk itu, di depan para petani Gunung Sumbing, Temanggung, ia mengarahkan para petani untuk memperhatikan kualitas benih yang akan digunakan. "Jadi Bapak/Ibu, penting sebelum menanam itu menggunakan bibit yang unggul. Cari yang ukurannya besar-besar. Kenapa bawang putih dari Cina itu digemari? Karena ukurannya besar," ujarnya.

Lebih jauh ia menambahkan, hasil panen bawang putih akan dijadikan benih hingga 2021. Kementan menargetkan kebutuhan konsumsi dan benih 2021 dipasok dari produksi dalam negeri. Skenario swasembada ditempuh melalui 2 jalur, yaitu APBN sebagai ujung tombak utama dan wajib tanam importir sebagai pendukung.

Menurutnya, guna memenuhi kebutuhan bawang putih dalam negeri hanya butuh 73 ribu hektare lahan bawang putih, 60 ribu ha untuk konsumsi dan 13 ribu ha untuk benih. Hingga saat ini realisasi tanam sudah mencapai sekitar 8 ribu ha dan ditargetkan akhir tahun ini mencapai 15-20 ribu ha.

Lebih lanjut, ujar pria yang disapa Ashton ini mengatakan, kebutuhan bawang putih per tahun mencapai 570 ribu ton dan konsumsi per bulan sebesar 42 ribu ton. Pemerintah bersama pelaku usaha optimis dalam mewujudkan swasembada bawang putih. Pasalnya, Indonesia mempunyai sentra produksi yang sesuai bawang putih tersebar di 200 kabupaten yang luasnya mencapai 600 ribu ha.

“Jadi butuh lahannya sedikit, makanya kita kejar karena potensi tersedia luar biasa yaitu lahan, benih, dan sumberdaya manusia semuanya ada. Kita tinggal bergerak bersama-sama,” katanya.

Pada periode 2019 ini, Kementan telah berhasil menggerakan 110 kabupaten dalam mengembangkan bawang putih. Daerah yang sudah eksis selama ini seperti Temanggung, Sembalun dan daerah lain, seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, Tegal, Magelang, Karanganyar, Malang, Batu. Daerah di luar Jawa pun banyak yakni Solok, Enrekang, Karo, Humbang Hasudutan, Kerinci, Merangin, Minahasa Selatan, Bantaeng dan daerah lainnya.

Saat ini luasan tanam yang terealisasi 8.394 hektare dari target 15 ribu hektare yang ditanam dari APBN dan kerja sama dengan importir. Harapan ke depan dapat menjadi kawasan siap tanam bawang putih sekaligus jadi daerah percontohan dari daerah-daerah dengan ketinggian yang sama lainnya.

Kabupaten Temanggung penghasil bawang putih terbesar di Jawa Tengah sejak 1995 dan sampai sekarang semakin besar. Lahan tanam yang berasal dari APBN seluas 1.000 ha dan kerja sama dengan importir sebanyak 2.000 ha.

"Kita mau hasilkan yang berukuran besar dengan asal umbi yang besar. Kita juga harus bangga dengan bawang putih lokal. Kandungan alicin (aromanya) bawang putih kita besar. Ada yang bilang 3 kali lipat bawang impor," ucap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi di atas ketinggian 1565 mdpl.

Masrik menjelaskan bahwa produksi benih lokal dari daerahnya hingga kini tercatat 350 ton. Angka ketersediaan benih juga diperkirakan lebih dari 13 ribu ton. Pengembangan benih di Temanggung juga memperhatikan betul sortasi.

Pengembangan benih lokal

Untuk dijadikan benih, bawang putih butuh waktu empat bulan penyimpanan untuk memutus waktu masa dormansinya. Berbeda dengan bawang merah yang cepat hanya membutuhkan waktu 2 bulan saja. Kalau bawang merah baru panen, disimpan dua bulan sudah siap tanam. Sedangkan bawang putih butuh waktu empat bulan. Nanti ke empat bulan ada rempelan-rempelan lagi.

Hasil untuk dikonsumsi layak atau tidak kira-kira 30 persen dari total tanaman. Jadi, konsumsi pasti dapat, tapi benih yang utama. Misal panen dapat sembilan ton, perkiraan susutnya sampai 50 persen. "Kalau yang kurang bagus bisa sampai 70 persen. Menanam bawang putih agar umbinya bagus, saat ditanam posisinya harus di bawah dan dalam. Minimal 5-7 cm jangan sampai dangkal. Kalau dangkal, begitu umbinya besar, akan naik,” ujar Anton. (591)