Kementan Genjot SDM Guna Tingkatkan Produksi Sawit

Selasa, 13 Agustus 2019, 07:45 WIB

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedy Nursyamsi, pada Konsensus KKNI Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Serpong (12/8). | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Setelah diluncurkannya Peta Okupasi Sektor Pertanian yang disahkan oleh 5 Kementerian/Lembaga yaitu Kementerian Pertanian (Kementan), Bappenas, Kemenaker, BNSP, dan KADIN sebanyak 449 jabatan pada Bulan April 2019 lalu, saat ini Kementerian Pertanian tengah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) Pertanian yang akan digenjot menjadi pelaku agribisnis khususnya bidang perkebunan kelapa sawit. Hal ini bertujuan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Demikian dikatakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedy Nursyamsi, pada Konsensus KKNI Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Serpong (12/8). Dedi menegaskan mencetak generasi muda pertanian berkualitas ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi, yakni tahun ini pembangunan nasional berorientasi pada peningkatan SDM yang berbasis kompetensi.

Langkah yang akan ditempuh Kementan untuk meningkatkan keberterimaan internasional pada produk kelapa sawit Indonesia serta mempunyai daya saing sehingga dapat meningkatkan ekspor kelapa sawit dengan tetap mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Artinya, langkah ini perlu didukung oleh ketersediaan SDM yang kompeten.

"Pembangunan sumberdaya manusia jadi perhatian yang serius. Kita tidak bisa terus menerus mengandalkan sumberdaya alam yang melimpah tanpa tersedianya kualitas SDM yang berkompeten termasuk bidang perkebunan kelapa sawit," tegasnya.

Lebih jauh ia mengatakan untuk menjawab tantangan tersebut ada empat hal yang perlu dibangun. Hal tersebut yaitu membangun sistem standardisasi, pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi.

Peta Okupasi diharapkan dapat mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Ini sebagai acuan lembaga pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi dalam mendukung kualitas lulusan pendidikan atau pelatihan. Sehingga nantinya menghasilkan SDM kompeten dan berdaya saing sesuai dengan permintaan dunia usaha dunia industri.

Peta jabatan dalam KKNI mendorong terciptanya link and match antara dunia pendidikan, pelatihan dan lembaga sertifikasi dengan dunia usaha dunia industri (DUDI). "SDM sebagai pengungkit utama produksi sawit mulai dari Hulu sampai dengan Hilir. Indonesia mempunyai iklim tropis yang sudah tidak diragukan lagi untuk pertumbuhan kelapa sawit," beber Dedi.

Selanjutnya, kata Dedi, yang menjadi tugas pemerintah melalui Kementan yakni untuk menggenjot SDM agar meningkatkan produktivitas kelapa sawit tersebut. Kuncinya harus genjot SDM agar menjadi pelaku agribisnis yang profesional, mandiri, andal, kompeten, dan berdaya saing. "Karena itu, diharapkan KKNI ini dapat diaplikasikan di lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi agar Indonesia menjadi produksi kelapa sawit terbesar," tutupnya. (591)