DKP Pertajam Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan

Selasa, 13 Agustus 2019, 16:07 WIB

Kepala BKP Kementan yang juga Sekretaris DKP, Agung Hendriadi, dalam sambutannya pada Rakor Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi DKP yang berlangsung di Kementan, Jakarta, Selasa (13/8). Rakor dihadiri Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. | Sumber Foto:Humas BKP Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Pemerintah sudah melakukan berbagai langkah strategis guna meningkatkan ketahanan pangan nasional. Langkah-langkah tersebut perlu dipertajam dan disinergikan agar ketahanan pangan nasional terus meningkat.

Hal itu disampaikan Amran yang juga Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan (DKP) pada sambutannya dalam rapat koordinasi DKP tentang Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi  yang berlangsung di Auditorium Gedung D Kementan, Jakarta, Selasa (13/8). Hadir dalam kegiatan itu, perwakilan dari lembaga/kementerian, pejabat eselon I lingkup Kementerian Pertanian, para ahli, dan stakeholder terkait.

Amran menjelaskan dalam meningkatkan sektor pertanian dan pangan, berbagai program kerja Kementan dalam lima tahun terkahir terbilang berhasil. Menurutnya, keberhasilan itu dapat dilihat dari naiknya PDB pertanian 3,7 persen melebihi target pemerintah 3,5 persen. Kemudian keberhasilan penurunan inflasi bahan makanan Indonesia dari 11,71 persen menjadi 1,26 persen (2013-2017).

Untuk terus meningkatkan sektor pertanian, Amran menjelaskan kebijakan yang dilakukannya antara lain menggerakan dan melibatkan generasi muda millenial untuk terjun dalam sektor pertanian. Menurutnya, petani muda ke depan dapat menggunakan teknologi dan jaringan informasi guna mendukung produksi pertanian sehingga ketahanan pangan semakin kokoh.

“Kita siapkan SDM petanian, generasi muda, dengan dukungan teknologi dan dunia informasi. Hampir dipastikan tidak akan ada kemajuan pertanian tanpa teknologi dan mekanisasi peralatan,” ujar Amran.

Untuk itu Amran pun berharap hasil Rakor DKP ini dapat menjadi masukan, khususnya bagi Kementerian Pertanian. “Masukan ini sebagai langkah ke depan untuk kemajuan pertanian kita. Semua pihak dan masyarakat dapat bersama memajukan pertanian dan pangan, serta dapat melihat sektor pertanian secara holistik,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DKP yang juga Kepala Badan Ketahan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, menjelaskan hasil penyusunan Kebijakan Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi tahun 2020-2024 oleh DKP ini nantinya akan dijadikan produk hukum berupa Perpres. Tim penyusun kebijakan terdiri dari lintas sektoral, kementerian/lembaga, melibatkan berbagai ahli, dan perwakilan kelompok masyarakat.

Pada kesempatan itu, Agung menjelaskan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi di Indonesia, DKP melihat ada beberapa tantangan, seperti akses pangan, kesiapan infrastrukur, sebaran sentra pangan, dan margin perdagangan dan pengangkutan. “Faktor lain seperti teknologi, SDM pertanian, iklim/cuaca, skala usaha pertanian, sarana dan prasarana pertanian, dan food loss and waste. Meski beberapa bidang sudah mulai baik, tapi perlu lagi kita sempurnakan bersama,” kata Agung.

Dewan Ketahanan Pangan (DKP) adalah lembaga nonstruktural yang diketuai oleh Presiden. Ketua Harian dijabat oleh Menteri Pertanian, dan Sekretaris DKP oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan. DKP bertugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional serta melaksanakan evaluasi dan pengendalian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. Tugas DKP meliputi kegiatan di bidang penyediaan pangan, distribusi, cadangan, penganekaragaman pangan, serta pencegahan dan penanggulangan masalah pangan dan gizi. (591)