Unit Pengolah Pupuk Organik

Go Organik Indonesia dengan UPPO

Sabtu, 31 Agustus 2019, 06:19 WIB

Rangkaian proses produksi pupuk organik. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Minat konsumen dunia pada produk-produk organik semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan bebas dari cemaran bahan-bahan kimiawi. Indonesia tentunya ikut ambil bagian dari trend dunia pertanian tersebut, karena Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional.

Hal itu disampaikan Kasubdit Padi Direktorat Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Dina. Menurutnya Indonesia memiliki berbagai keunggulan komparatif jika mengembangkan pertanian organik. "Masih banyak tersedia lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik," jelas Dina, Kamis lalu (29/8).

Dina menambahkan teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati, serta pembuatan mikro organisme lokal (MOL). “Bukti keseriusan Kementan untuk menggalakkan pertanian organik ini bisa dilihat seperti halnya bantuan unit pengolah pupuk organik (UPPO)," jelas Dina.

Ia menjelaskan sejak tahun 2017, Kementan sudah memberikan lebih dari 1500 unit UPPO yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia. UPPO didekatkan dengan lokasi bahan organik untuk memudahkan sarana dan kebutuhan pupuk organik.

Hasnul Fajri, Kepala Seksi yang mengelola pemberian bantuan UPPO kepada kelompok tani menerangkan ada beberapa komponen bantuan yang disalurkan. Untuk 1 unit UPPO nantinya ada komponen untuk membangun kandang sapi komunal, rumah kompos, dan kantor sederhana, untuk pengelolaan kotoran sapi dan urin sapi menjadi pupuk kandang.

“Kami juga berikan barang langsung kepada kelompok tani kendaraan motor roda tiga sebagai alat transportasi untuk mengangkut pakan ternak dan pupuk kandang. Juga alat pencacah pupuk organik agar petani bisa menghasilkan pupuk organik sendiri," tandasnya.

Kabupaten Sragen sebagai salah satu wilayah yang giat melaksanakan pertanaman organik, merasa sangat terbantu dengan adanya pemberian bantuan UPPO ini. Kepala Dinas Pertanian Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, menginformasikan pemakaian pupuk organik akan menyuburkan lahan sawah yang dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah petani dan mutu produk.

“Lahan sawah di Kabupaten Sragen biasanya memiliki produktivitas sekitar 6,3 ton per ha. Tetapi setelah pemakaian pupuk organik, produktivitasnya bisa meningkat sampai 6,4 ton per ha,” jelasnya.

Ke depan, ujar Eka Rini, pihaknya akan mendukung para petani di Sragen untuk mengolah lahan secara organik. “Untuk mendukung nawacita dari Bapak Presiden dan selaras dengan perkembangan trend pertanian dunia, sudah sepatutnyalah kita menggalakkan pertanian organik di Indonesia,” pungkasnya. (591)