Serabut Kelapa Banyuwangi Tembus Pasar Tiongkok

Jumat, 06 September 2019, 15:07 WIB

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi (kanan), saat melepas ekspor di Banyuwangi, Jawa Timur. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Badan Karantina  Kementerian Pertanian (Barantan) melakukan eksportasi 95 ton serabut kelapa produksi asal Banyuwangi ke Tiongkok dengan nilai mencapai Rp200 juta. Eksportasi serabut kelapa ini telah dilakukan sejak 2016 dan terus mengalami peningkatan setiap tahun.

Pelepasan ekspor ini dilakukan Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi, di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (5/9). Menurut Musyaffak, dulu serabut kelapa dianggap limbah atau hanya digunakan alat untuk mencuci piring. Namun kini, serabut kelapa dapat dimanfaatkan untuk bahan matras atau jok mobil.

Menurut data Kementan, pada periode Januari-Agustus 2018 ekspor serabut kelapa (cocofibre/cocopeat) mencapai 6.772 ton atau senilai Rp19 miliar. Pada periode yang sama tahun 2019 mencapai 11.333 ton senilai Rp33 miliar. "Ini berarti terjadi kenaikan yang signifikan dari sisi jumlah dan nilai sebesar lebih dari 50 persen,” sebut Musyaffak.

Pada kesempatan itu, selain mengekspor serabut kelapa, Karantina Pertanian juga melakukan eksportasi buah naga, manggis, kopi, dan tembakau ke berbagai negara. "Fenomena ini telah merubah pola pikir masyarakat bahwa serabut yang dulu dianggap limbah, kini malah mampu menyumbang devisa bagi negara," pintanya.

Musyaffak membeberkan strategi Kementan guna mendukung dan mempercepat ekspor komoditas pertanian yakni dengan meningkatkan volume ekspor, menambah ekspor baru, membuka akses pasar negara baru. Kemudian, Kementan juga mendorong ekspor komoditas olahan dan manambah ragam komoditas.

“Seiring dengan kebijakan tersebut, Badan Karantina Pertanian meluncurkan progam Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa (Agrogemilang) pada tahun 2019. Kemudian membuka layanan inline inspection, dan meluncurkan aplikasi I MACE,” bebernya.

Aplikasi I MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Exports) merupakan aplikasi yang berisi informasi kegiatan ekspor di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina Pertanian di seluruh Indonesia. Informasi dalam I MACE tersebut berupa list komoditas ekspor, grafik trend 3 tahun terakhir, list eksportir, asal komoditas, serta negara tujuan. (591)