Perkuat Koordinasi UPSUS PAJALE Sulawesi Barat

Selasa, 10 September 2019, 20:15 WIB

Rapat Koordinasi yang bertujuan memperkuat konsolidasi dan penyamaan persepsi dalam rangka pencapaian target LTT PAJALE di Provinsi Sulawesi Barat, diselenggarakan Kamis (05/09/2019). | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET --  Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Dr. Haris Syahbuddin, DEA selaku Penanggung Jawab UPSUS Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi yang bertujuan untuk memperkuat konsolidasi dan penyamaan persepsi dalam rangka pencapaian target LTT PAJALE di Provinsi Sulawesi Barat.

Rakor yang diselenggarakan, Kamis (05/09/2019) dimaksudkan untuk mengevaluasi capaian LTT periode Januari sampai dengan Agustus 2019 serta menetapkan target LTT pajale Periode September dan Oktober 2019.

Rakor menghadirkan seluruh pihak terkait dalam upaya mempercepat tanam PAJALE antara lain Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se Provinsi Sulbar, Korem 14 TATAG, LO UPSUS BPTP Sulbar dan Petugas pencatat data LTT setiap kabupaten.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, Ir. H. Tanawali, MS dalam penyampaiannya mengulangi kembali untuk melakukan evaluasi capaian LTT UPSUS Januari-Agustus 2019 yang dibandingkan dengan realisasi data SP PDPS Januari-Agustus tahun 2019. Data perbandingan tersebut masih selisih 31 ribu Ha, data SP PDPS masih rendah dari data LTT UPSUS.

BERITA TERKAIT

Salah satu penyebab adalah keterlambatan distribusi benih, dan kondisi iklim yang ekstrim (kemarau panjang). Oleh karena itu, Rakor dilaksanakan sebagai upaya untuk mensinkronkan data (updating data) sesuai kondisi yang ada saat ini.

Kesuksesan program UPSUS yakni dengan melibatkan semua pihak yang terkait untuk mempertahankan dan menjamin pasokan pangan dalam negeri. Kadis Pertanian Provinsi juga menekankan peran penyuluh agar lebih ditingkatkan serta memperkuat kerjasama disemua lini.

Selanjutnya, dalam paparan evaluasi LTT dan arahannya, Haris selaku Penjab UPSUS Provinsi menyampaikan bahwa dukungan Balitbangtan yang dilakukan untuk penanganan percepatan tanam VUB pajale, pendampingan dan pengawalan teknologi inovatif. “Untuk mempercepat LTTdalam 10 hari kedepan, diharapkan semua kabupaten mengusulkan RAB untuk olah lahan dan tanam padi dalam luasan 100 ha yang dibiayai oleh Ditjen Tanaman Pangan, ujar Haris.

Terkait dengan LT jagung dan LT kedelai realisasinya masih minus dari target yang ditetapkan. Upaya untuk mengejar target LT Jagung dan kedelai, pada bulan September ini harus segera tanam jagung dan kedelai dengan sistem tumpang sari.

Hasil kesepakatan menetapkan target LTT padi diperlukan beberapa upaya khusus yang dapat dilakukan antara lain percepatan tanam gogo sawah, mekanisasi pertanian melalui pompanisasi, memaksimalkan lahan kering dengan tanaman tumpang sari padi - jagung atau padi-kedelai.

Tindak lanjut ke depan dalam mewaspadai kekeringan adalah dengan melakukan percepatan tanam pada wilayah yang masih cukup air, keterlibatan penyuluh lebih diintenfikan dalam mendampingi percepatan tanam, menyiapkan benih-benih tahan kekeringan serta berkoordinasi BMKG setempat untuk mendapatkan informasi iklim yang akurat. Harapannya dengan strategi yang disepakati pada Rakor UPSUS PAJALE ini akan dapat memacu capaian target LTT Sulawesi Barat.(234)

BERITA TERKAIT