Rembang Terus Kembangkan Mangga Arummanis

Jumat, 20 September 2019, 02:34 WIB

Mangga Arumanis Rembang. | Sumber Foto:Agronet/360

AGRONET -- Kabupaten Rembang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil mangga varietas Arumanis di Jawa Tengah. Sentra buah legit dan beraroma harum tersebut terletak di beberapa kecamatan, yakni Kragan, Pancur, Lasem, Sluke, dan Sulang. Mangga ini banyak dibudidayakan di dataran rendah berketinggian 60 - 90 mdpl. Sebagian di antaranya ada yang sudah berumur 15 tahun lebih.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Rembang Desti Muryadi mengungkapkan, saat ini sentra produksi mangga di wilayahnya sudah tersebar merata. Selain terdapat di tegalan dan hamparan, pohonnya juga banyak ditemui di pekarangan rumah penduduk.

“Produktivitas pohon berumur 15-20 tahun bisa mencapai 5 kuintal per pohon. Bisa dibilang jumlah tersebut bernilai prestasi mengingat petani mangga di Kabupaten Rembang hanya mengandalkan pengairan tadah hujan,” ujar Desti.

Desti melanjutkan, di Kecamatan Kragan sudah terdapat klaster mangga. Selain membantu pemasaran mangga segar, adanya klaster sangat membantu petani memanfaatkan mangga off-grade untuk dijadikan bahan industri kecil olahan.

Petani champion sekaligus Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu asal Desa Kerep Kecamatan Sulang  Karman mengaku sudah lama terjun di usaha tani mangga Arumanis. “Di wilayah Desa Kerep setidaknya ada 70 hektare kebun mangga. Masih ada potensi lahan yang tersedia seluas 30 sampai 40 hektare. Kalau mau dikembangkan lagi masih sangat bisa, petani juga senang tanam mangga,” kata Karman antusias.

Selain sebagai petani, Karman juga menjalankan usaha bisnis mangga sebagai pengepul yang memasok pasar Semarang dan Yogyakarta. Dia rutin mengirim mangga ke Yogyakarta sebanyak dua kali sepekan dengan kapasitas rata-rata 12 ton.

“Sementara pengiriman ke Semarang dilakukan seminggu sekali dengan kapasitas 6 ton. Harganya berkisar Rp 6 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram tergantung ukuran atau grade-nya,” terang Karman.

Ketua Gapoktan Ngudi Mulyo asal Desa Sendang Asih, Kecamatan Asem Sutrimo menambahkan, pemasaran mangga Arumanis asal Rembang sudah meluas hingga meliputi Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang.

“Melalui jaringan para pengepul yang berada hampir di setiap kecamatan, mangga Arumanis Rembang bisa menjangkau pasar yang luas. Jaringan pemasaran tersebut selama 11 tahun lebih mampu bertahan bahkan berkembang. Kuncinya, antarpetani kompak dan bekerja sama dengan pengepul atau pedagang saling menjaga kepercayaan,” kata dia.

Direktur Buah dan Florikultura pada Direktrorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Liferdi Lukman mengatakan, Kementan berkomitmen untuk mendukung pengembangan mangga Arumanis di Kabupaten Rembang.  Pada tahun 2020, sesuai rancangan grand design hortikultura, kawasan mangga di Rembang akan diperluas. Setidaknya 200 hektare akan dialokasikan untuk memantapkan Rembang sebagai kawasan terpadu mangga berkualitas di wilayah Pantai Utara Jawa.

“Kalau sekarang ini pemasarannya masih lingkup domestik, nantinya akan kita dorong agar mampu ekspor. Caranya, kawasan tersebut harus digarap bersama stakeholder terkait dari hulu hingga hilir. Sejak awal kita ajak para pelaku usaha eksportir terlibat,” ujar Liferdi. (360)

BERITA TERKAIT