Kementan Beri Insentif Angkutan untuk Maksimalkan Serapan Gabah

Rabu, 09 Oktober 2019, 16:39 WIB

Agung Hendriadi (tengah) memimpin Rakor serap gabah/beras petani (Sergap) di Kantor Divre Bulog Sulsebar, Rabu (9/10). | Sumber Foto:Humas BKP Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyediakan insentif angkutan dari wilayah sentra untuk mengisi gudang kosong di non sentra di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini dalam upaya pengendalian harga gabah agar tidak jatuh dan memaksimalkan serapan khususnya di wilayah non sentra produksi.

Demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, pada rapat koordinasi (Rakor) serap gabah/beras petani (Sergap) Sulselbar di Kantor Divre Bulog, Rabu (9/10). “Kita berikan biaya penggantian pengangkutan gabah/beras, dan diprioritaskan dari Subdivre sentra ke Subdivre non sentra,” ujar Agung.

Menurut Agung, dengan adanya mekanisme insentif angkutan, diharapkan dapat mengakselerasi penyerapan gabah/beras di wilayah Sulselbar. Hingga kini Sergap di Sulselabr baru 189 ribu ton atau 65 persen dari target 290 ribu sampai akhir 2019 ini. 

Agung berharap serapan gabah/beras masih bertambah, mengingat potensi panen Oktober di Sulsel masih cukup besar mencapai 78 ribu hektare (ha). Diantaranya di wilayah Pinrang 11 ribu ha, Luwu 15 ribu ha, dan Luwu Utara 10 ribu ha.

Dalam kesempatan Rakor ini, Agung juga mengingatkan masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan stok beras di musim kemarau seperti sekarang, karena stok sangat aman. Hingga 8 Oktober 2019 stok beras di Perum Bulog mencapai 2,3 juta ton, melampaui standar cadangan beras pemerintah berkisar 1-1,5 juta ton. Terlebih lagi kegiatan Sergap terus dilakukan hingga akhir tahun untuk menjaga stok beras pemerintah tetap aman.

Agung juga menegaskan keyakinannya kalau harga beras nasional aman dan terkendali. “Dengan kondisi demikian, Pemerintah optimis harga dan pasokan beras sampai akhir tahun bahkan sampai awal 2020 dalam kondisi stabil dan aman. Hal ini didukung data-data harga maupun stok dan pasokan, baik yang ada di Pemerintah, yaitu Perum Bulog, maupun di swasta seperti di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang menunjukkan sampai akhir September 2019 tetap stabil dan aman," tambah Agung.

Kepala Bulog Divre Sulselbar, M. Attar Rizal, menyambut baik inisiasi Kementan tersebut. Menurutnya bantuan insentif ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung penyerapan gabah/beras.

Rakor sergap Bulog Divre Sulselbar dihadiri oleh Kadivre Bulog Sulselbar dan Wakadivre Bulog Sulselbar. Turut hadir Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sulsel dan Kasubdivre Bulog se-Sulsel. (591)