Bangun 10 Pabrik Gula Baru

Amran Sulaiman: Swasembada Gula Optimis Tercapai

Rabu, 09 Oktober 2019, 20:18 WIB

Mentan Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula Rejoso Manis Indo, Blitar, Rabu (9/10). | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku senang upaya Kementerian Pertanian dalam mendorong investasi gula membuahkan hasil. Target Presiden Joko Widodo untuk membangun 10 pabrik gula baru selama 5 tahun rampung dilaksanakan.

“Alhamdulillah 10 pabrik gula sudah tercapai. Sebelumnya kita bisa memproduksi gula putih sebanyak 2,5 juta ton. Sementara kekurangannya 300-500 ribu ton. Kita targetkan bisa memproduksi tambahan 1 juta ton. Kalau ini semua bisa terlaksana secara optimal, maka kita bisa swasembada gula putih," ungkap Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula Rejoso Manis Indo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (9/10).

Pada kesempatan itu, Amran memastikan dalam 5 tahun ke depan, Kementan akan terus mendorong pembangunan pabrik-pabrik gula lainnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan gula industri. “Untuk gula rafinasi, harus membangun 10-15 pabrik gula baru lagi dalam lima tahun ke depan. Kalau itu terlaksana, maka Indonesia akan swasembada gula putih dan gula rafinasi,” terangnya.

Amran bercerita dalam membangun pabrik gula baru banyak menghadapi rintangan. Bahkan hingga kini masih ada pihak-pihak yang meragukan kemampuan produksi lahan maupun pabrik gula yang baru beroperasi tersebut. “Kendala banyak, tapi kita harus optimistis. Misalnya, ada yang protes lahan di Bombana tidak layak. Tapi terbukti produksinya 140 ton,” ujar Amran.

Kementan saat ini memang memfokuskan pengembangan tebu di lahan-lahan sub optimal, seperti lahan kering di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara maupun lahan rawa di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Kita harus optimalkan lahan kering yang biasanya susah kita tanami, sekarang kita tanam tebu. Semua itu bisa terjadi karena kita gunakan teknologi baru, seperti drip irrigation. Dengan penggunaan teknologi baru ini, produksi meningkat dua kali lipat,” jelasnya.

Amran berpesan kepada pemerintah daerah setempat untuk menjaga pabrik gula yang baru beroperasi ini. “Kita harus fasilitasi dan bantu agar investor mau berinvestasi di negara kita. Jangan dimusuhi. Kalau ada salah, kita beritahu," tandasnya.

Pabrik Gula Rejoso Manis Indo diyakini Amran dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. “Pabrik gula merupakan usaha yang padat karya, membutuhkan banyak tenaga kerja. Di plasma perkebunan gula ini, 75 persen warga terlibat." pungkas Amran. (591)