Tingkatkan Daya Saing, Kementan Rancang RSNI Komoditas Hortikultura

Rabu, 13 November 2019, 19:46 WIB

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik (tengah), pada pertemuan penyusunan RSNI bersama pihak terkait yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET --  Saat ini persaingan perdagangan internasional sangat ditentukan pada potensi dan keunggulan produk yang dihasilkan. Kemampuan menguasai pasar ekspor sangat ditentukan oleh daya saing produk yang ditawarkan. Peningkatan daya saing komoditas hortikultura dapat dilakukan melalui perbaikan kualitas dan penyusunan standar sesuai perkembangan zaman.  
 
Selama ini, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) komoditas hortikultura masih bersifat sukarela dan belum merupakan kewajiban. Selain itu, penerapan SNI wajib belum maksimal karena pemberlakuannya harus memperhatikan beberapa ketentuan yakni kesepakatan petani untuk menerapkan wajib SNI di mana petani sanggup dan bersedia untuk menghasilkan produk pertanian sesuai ketentuan.
 
Dalam rangka penerapan SNI secara wajib, sangat diperlukan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI). Hal ini dalam rangka perlindungan masuknya produk impor yang tidak sesuai standar.

Direktorat Jenderal Hortikultura, melaksanakan pertemuan penyusunan RSNI bersama stakeholder terkait. Pertemuan dihadiri oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Akademisi (Departemen Teknik dan Biokimia IPB, Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB),  pelaku usaha (Dien Sinergi Brebes, CV. Sumber Buah, dan LPM Green Tool Serang), dan Pasar Komoditas Nasional. Juga turut hadir dari Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Perlindungan Hortikultura, Pusat Peneltian dan Pengembangan Hortikultura, dan Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman (BPMPT).

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik, mengatakan dasar hukum untuk mendorong penggunaan produk barang/jasa dalam negeri dan SNI mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Penyusunan RSNI komoditas hortikultra diharapkan sebagai upaya melindungi produk dalam negeri dari masuknya produk impor yang tidak sesuai standar. Penyusunan RSNI yang disusun harus dapat selaras dengan standar internasional," jelas Yasid.

Dia menambahkan penyusunan RSNI komoditas hortikultura tidak cukup hanya melibatkan peran pemerintah saja. Namun harus didukung oleh peran serta pakar, pelaku usaha, dan konsumen.

Pakar dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, Prof. Sobir, mengungkapkan peranan SNI bagi industri hortikultura adalah melindungi konsumen dari produk impor yang tidak aman dan tidak layak konsumsi. Kemudian untuk melindungi produsen dari harga yang sangat murah, melindungi retailer, dan menghemat devisa.

"SNI yang kita susun harus non trade barrier, transparansi, dan tidak diskrimiminatif. Pemberlakuan SNI wajib dapat dilakukan untuk produk yang didominasi produk impor seperti apel, jeruk, mandarin, pir, anggur, dan bawang putih," tambah Sobir.

Pakar dari Departemen Teknik dan Biokimia Insititut Pertanian Bogor menyarankan agar RSNI yang disusun merupakan produk hortikultura yang potensial untuk pasar global yang bertujuan untuk melindungi pasar domestik. Harapan yang sama juga diungkapkan asosiasi konsumen dari Pasar Komoditas Nasional, Soekam Parwadi, yang menyatakan perlunya menyusun  RSNI untuk produk domestik  dan mengkaji ulang SNI yang tidak sesuai dengan perkembangan jaman.

Kasubdit  Pengembangan Standar Pertanian dan Halal, Badan Standardisasi Nasional, Singgih Harjanto, menyatakan perlunya pembentukan Komite Teknis (Komtek) dalam penyusunan RSNI. Menurutnya komisi teknis harus mewakili unsur pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, konsumen, asosiasi terkait dan akademisi.

"Ruang lingkup Komtek harus mengacu Technical Committe/Sub Committe yang dikembangkan oleh organisasi standardisasi internasional yang relevan. Untuk lingkup hortikultura harus sesuai dengan Codex Committee on Fresh Fruit and Vegetables ISO/TC 34/SC 3, Fruits and Vegetales and Their Derived Product," ungkap Singgih. 

Komoditas hortikultura yang akan diusulkan untuk penyusunan RSNI-nya adalah lengkeng, bawang bombay, dan bawang putih. Selain itu telah ditetapkan pembentukan Komtek SNI Hortikultura yang melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, akademis, dan konsumen. (360/591)