Indonesia-Meksiko Jajaki Penguatan Kerjasama Peternakan

Rabu, 27 November 2019, 08:47 WIB

Pertemuan Komite Konsultatif Pertanian/Consultative Committee on Agriculture (CCA) Indonesia-Meksiko ke-3 yang berlangsung di Meksiko. | Sumber Foto: Humas Kementan

AGRONET -- Penjajakan kerjasama di bidang agrikultur dan peternakan menjadi salah satu fokus dalam pertemuan Komite Konsultatif Pertanian/Consultative Committee on Agriculture (CCA) Indonesia-Meksiko ke-3, di Mexico City, Meksiko. Pertemuan tersebut berlangsung pada 21-22 November 2019.

Delegasi Indonrsia pada pertemuan tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian didampingi Dubes RI untuk Meksiko. Sementara Delegasi Meksiko dipimpin oleh Koordinator Jenderal Kerja Sama Internasional Kementerian Pertanian Meksiko (SADER).

Dalam rilis yang diterima Agronet, Selasa (26/11) disebutkan, pertemuan tersebut antara lain membahas penjajakan kerjasama penguatan industri ternak sapi di Indonesia, kerjasama genetic improvement beberapa komoditas pertanian, seperti kelapa, kelapa sawit, kakao, dan kopi. Kemudian membangun akselerasi fasilitasi akses pasar komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan.

Terkait industri ternak sapi disampaikan bahwa kebutuhan konsumsi daging sapi Indonesia mencapai 500 ribu ekor per tahun yang sampai saat ini masih harus dipenuhi dari impor. Indonesia mengharapkan kiranya dapat dijajaki kerjasama perdagangan sapi bakalan dengan Meksiko yang juga diharapkan sekaligus dapat meningkatkan populasi sapi betina produktif di Indonesia.

Sementara terkait isu kelapa sawit, Indonesia mengundang Mexico untuk riset bersama pengembangan renewable energy (biofuel) berbasis kelapa sawit, di mana saat ini Indonesia sudah berhasil menerapkan program B-20 dan menuju B-30. Selain itu Indonesia menawarkan kerjasama penanggulangan penyakit kelapa sawit.

Meksiko menyambut baik kesempatan untuk belajar dari Indonesia mengenai pengembangan kelapa sawit, termasuk untuk pengembangan biofuel. Meksiko juga menyampaikan minat untuk mengeksplorasi kemungkinan kerjasama pengembangan biofuel berbasis produk lain, misalnya minyak jarak dan jathropa, yang dapat ditanam di lahan marginal.

Terkait dengan akses perdagangan, Indonesia berminat untuk mengekspor buah buahan tropis eksotis seperti salak, manggis, dan nanas. Lebih lanjut, delegasi Indonesia juga mengangkat isu larangan ekspor udang dari Indonesia ke Meksiko (efektif tahun 2015).

Indonesia telah mengundang Meksiko untuk mengevaluasi ulang kondisi Indonesia. Namun sampai saat ini belum dilakukan oleh Meksiko. Dalam hal ini pihak Meksiko menyampaikan komitmennya untuk melakukan upaya pencabutan larangan impor udang tersebut. Di sisi lain, Meksiko menyatakan minatnya untuk memasukkan produk halalnya ke pasar Indonesia.

Disampaikan bahwa saat ini sudah ada 60 perusahaan Meksiko yang mendapatkan sertifikasi halal, khususnya dari lembaga Instituto Halal (Spanyol). Delegasi RI menegaskan bahwa sertifiksi halal untuk ekspor ke Indonesia harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui BPJPH.

Pertemuan Komite Konsultatif Pertanian/Consultative Committee on Agriculture (CCA) Indonesia-Meksiko merupakan forum untuk membicarakan berbagai hal terkait isu pertanian yang menjadi perhatian bersama kedua pihak, termasuk untuk meningkat kerja sama Indonesia-Mexico. Pertemuan kali ini merupakan pertemuan ketiga kalinya. Pertemuan sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2012 dan 2017. Direncanakan pertemuan ke-4 akan dilaksanakan di Indonesia pada 2020. (591)