BKP Kementan: Indonesia Butuh Petani Milenial

Senin, 09 Desember 2019, 13:56 WIB

Kepala BKP Agung Hendriadi berdialog dengan siswa saat mengunjungi Tani MaS di SMA Negeri 2 Playen, Kulon Progo, Yogyakarta. | Sumber Foto:Humas BKP Kementan

AGRONET -- Salah satu tantangan pembangunan pertanian adalah semakin berkurangnya tenaga kerja pertanian. Untuk itu regenerasi petani menjadi agenda yang sangat penting. Kehadiran petani-petani milenial sangat dibutuhkan dalam membangun pertanian ke depan.

Dalam upaya membangun kecintaan generasi muda milenial pada dunia pertanian, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian meluncurkan program Pertanian Masuk Sekolah atau Tani MaS. "Saya sangat mengapresiasi kegiatan di sini. Dalam waktu singkat sudah bisa mewujudkan Tani MaS," ujar Kepala BKP, Agung Hendriadi, saat mengunjungi Tani MaS di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Playen, Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (8/12).

Agung berharap di sekolah yang menjadikan pertanian menjadi ekstra kulikuler tidak hanya diajarkan masalah budidaya, tetapi bagaimana menjadi enterpreneur di bidang pertanian. "Saya bangga, ternyata ekstra kurikulernya adalah pertanian dan gurunya ada sarjana pertanian. Ini bagus sekali," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Agung menekankan agar program Tani MaS tidak boleh berhenti. Kalau Tani MaS tidak jalan, pelajaran kewirausahaannya berarti gagal.

Agung yang pada kesempatan itu didampingi pejabat eselon 2 BKP mengatakan, bahwa Tani MaS merupakan harapan Presiden melalui Menteri Pertanian, sehingga ke depannya akan terus dikembangkan. Dia juga memberikan peluang kepada siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikan ke Politeknik Pembangunan Pertanian.

"Bagi adik-adik yang ingin melanjutkan pendidikan D4 di Politeknik Pembangunan Pertanian, saya jamin diterima. Syaratnya antara lain ada rekomendasi dari kepala sekolah yang disampaikan kepada Dinas Pertanian, dan Dinas merekomendasikan kepada Direktur Polbangtan. Nanti akan saya sampaikan kepada Menteri Pertanian. Pasti Menteri mendukung," kata Agung.

Kepala SMAN2 Playen, Tumisih, mengucapkan terimakasih kepada Kementan karena sekolahnya dipercaya sebagai penerima program Tani MaS. Menurutnya, sekolah ini selain memiliki pengajar berlatar belakang pertanian, juga memiliki lahan seluas 3.5 ha, sehingga anak-anak tertarik dengan pertanian.

"Untuk mengenalkan pertanian kepada siswa-siswi, sekolah ini juga mengadakan ekstrakurikuler. Jika ada kegiatan pertanian, anak-anak sangat antusias mengikutinya," ujar Tumisih.

Menurut Tumisih, di sekolahnya juga dikenalkan pertanian modern. "Upaya-upaya yang kami lakukan bukan pertanian tradisional, tetapi sudah menggunakan teknologi terutama teknologi budidaya hidroponik dengan binaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Jadi, bukan pertanian jadul, tetapi pertanian milenial," ujarnya.

Tumisih berharap program Tani MaS berlanjut terus. "Setelah anak-anak kelas 10 yang terlibat Tani MaS sudah lulus, akan dilanjutkan oleh adik kelas berikutnya," ujarnya.

Dalam kunjungan ini Agung juga menyerahkan seperangkat bantuan alat pertanian, dan mengadakan tanya jawab kepada siswa-siswi serta para pendidik. (591)