Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks)

Kementan Target Ekspor Produk Hewan ke 100 Negara

Kamis, 30 Januari 2020, 10:43 WIB

Mentan Syahrul Yasin Limpo didampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita saat memberikan keterangan kepada media beberapa waktu lalu di Sembawa Sumatera Selatan. | Sumber Foto:Humas Ditjen PKH

AGRONET -- Sektor peternakan dan kesehatan hewan menargetkan bisa mengakses 100 negara dalam pemasaran produk-produknya selama tahun 2020-2024. Nilai ekspor pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp21,7 triliun. Target ini sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terkait gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) produk-produk pertanian,

Demikian disampaikan I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan di Jakarta, pekan lalu. Menurutnya, sesuai dengan strategi dalam Gratieks, selain menambah akses pasar, Dirjen PKH juga telah melakukan koordinasi dengan para pelaku usaha bidang PKH.

Hal ini dalam rangka meningkatkan jumlah komoditas yang bisa diekspor dan penambahan volume, serta frekuensinya. "Kita juga dorong mereka untuk mau menjadi eksportir, dan tidak hanya fokus bermain di pasar domestik saja," tambah Ketut. 

Menurutnya, Ditjen PKH telah mengambil langkah-langkah strategis dalam mendukung Gratieks, yakni melalui penetapan komoditas strategis ekspor seperti komoditas ternak/hewan hidup, produk hewan pangan segar dan olahan, produk hewan non pangan, produk obat hewan, serta produk benih dan bibit.

"Kita juga telah petakan daerah sentra dan kapasitas produksi komoditas produk-produk tersebut. Ke depan berbagai fasilitasi seperti bantuan ternak/peralatan dan KUR akan difokuskan ke sana," ungkap Ketut. 

Lebih lanjut Dirjen PKH juga menyampaikan bahwa Kementan akan memberikan pendampingan teknis pada sentra-sentra yang telah ditetapkan. Ketut memberikan contoh misalnya bimbingan penerapan cara beternak yang baik, kompartemantalisasi bebas penyakit hewan dan fasilitasi pelayanan keswan, fasilitasi perolehan NKV, fasilitasi bantuan pakan, dan berbagai pendampingan lain yang diperlukan dalam rangka pemenuhan syarat agar bisa ekspor. 

Sementara itu, Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH, menambahkan Kementan juga dalam proses melakukan pemetaan potensi negara tujuan berdasarkan hasil analisa market intellegent dalam rangka mengidentifikasi persyaratan dari negara tujuan ekspor dan identifikasi negara pesaing untuk ekspor ke negara tujuan tersebut. 

"Langkah konkrit lain yang sedang dan akan kita lakukan adalah melalui harmonisasi persyaratan teknis dan perdagangan dengan negara tujuan, melakukan promosi produk, dan pengiriman misi dagang dan negosiasi market akses. Selain itu juga melakukan sinergisme dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan instansi terkait lain untuk mendukung ekspor," pungkasnya. (591)