IPB dan Belgia Adakan Penelitian Larva Ikan Nila

Senin, 05 Pebruari 2018, 14:31 WIB

Penerapan teknologi bioflok untuk pemeliharaan induk dan produksi larva dapat meningkatkan produksi dan kualitas larva.

AGRONET - Institut Pertanian Bogor dan Universitas Ghent Belgia menjalin kerja sama.  Tim peneliti yang terdiri dari Julie Ekasari, Dio Rheza Rivandi, AmaliaPutri Firdausi, Enang Harris Surawidjaja, dan Muhammad Zairin Jr dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) beserta Peter Bossier dan Peter De Schryver dari Laboratory of Aquaculture and Artemia Reference Center, Ghent University Belgia, melakukan penelitian untuk melihat pengaruh teknologi bioflok (BFT) pada pertumbuhan dan ketahanan larva ikan nila (Oreochromis niloticus).

“Prinsip dasar teknologinya adalah pengelolaan siklus nitrogen dalam sistem budi daya air stagnan dengan stimulasi pertumbuhan mikroba yang mampu mengubah limbah nitrogen. Selanjutnya limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan oleh spesies budi daya,” tutur Julie.

Dari hasil percobaan, tim peneliti menemukan kelangsungan hidup larva yang berasal dari BFT memiliki sekitar 90-98 persen lebih tinggi daripada kelangsungan hidup larva yang dipelihara pada media air kontrol tanpa penambahan molase dengan nilai 67-75 persen. Sementara itu pertumbuhan larva tidak terlalu terpengaruh. Meski demikian pertumbuhan larva tampak lebih seragam saat larva ditaruh pada media air BFT.

Para peneliti juga melakukan uji larva terhadap infeksi bakteri patogen Streptococcus agalactiae. Kelangsungan hidup larva dari media BFT terlihat berbeda secara signifikan, yaitu di kisaran 75-80 persen. Sedangkan kelangsungan hidup larva kontrol yang ditempatkan pada media air kontrol sekitar 55 persen.

Penempatan larva dari media air kontrol dalam media air BFT mampu meningkatkan resistensi infeksi dengan kelangsungan hidup sekitar 70 persen. “Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa penerapan teknologi bioflok untuk pemeliharaan induk dan produksi larva dapat meningkatkan produksi dan kualitas larva,” ungkap Julie. (Humas IPB/111)

Agronesia Utama
Komunitas