Unsoed Hadirkan Padi Kaya Protein Super Pulen

Kamis, 08 Pebruari 2018, 11:21 WIB

Hamparan padi protein tinggi

AGRONET - Satu prestasi kembali ditorehkan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah. Prestasinya berupa hasil inovasi padi kaya protein super pulen yang dirakit oleh peneliti dan pemulia padi Fakultas Pertanian Unsoed. Prestasi ini masuk dalam “109 Inovasi Paling Prospektif-2017” versi Business Innovation Center (BIC), LIPI, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang seleksinya dilaksanakan mulai Juni 2017. 

Padi kaya protein super pulen ini dirakit oleh Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D, Dyah Susanti, S.P., M.P. dan Agus Riyanto, S.P, M.Si di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi. Padi ini memiliki kandungan protein tinggi yaitu 9 – 13%. Ukuran berasnya kecil, cenderung bulat dan warna berasnya putih susu.

Pemanfaatan padi protein tinggi akan sangat efektif dan efisien mendukung pemenuhan kebutuhan protein di daerah-daerah rawan kekurangan gizi. Di sisi lain, padi ini juga potensial dikonsumsi oleh kelompok masyarakat yang menjalani diet karbohidrat, karena kandungan karbohidrat padi ini lebih rendah dibanding padi-padi lainnya. Tekstur kepulenan nasi dari padi ini sangat sesuai untuk hidangan ala Jepang.

Hasil inovasi padi istimewa ini diperoleh melalui persilangan antara Milky Rice (sebagai donor protein tinggi) dengan galur-galur padi yang memiliki kualitas fisik dan mutu tanak istimewa. Peningkatan kandungan protein pada padi-padi dengan kualitas tanak spesial melalui perbaikan struktur genetik ini disebut biofortifikasi.

Saat ini, padi protein tinggi hasil inovasi ini telah mendapatkan HaKI berupa tanda pendaftaran Varietas Tanaman Hasil Pemuliaan dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian. Uji preferensi konsumen terhadap produk beras kaya protein super pulen ini telah membuktikan penerimaan dan apresiasi pasar yang positif, salah satu indikatornya dapat diterima pasar dengan harga setara beras-beras spesial seperti beras Jepang dan Basmati.

“Pengembangan padi protein tinggi super pulen dapat menjadi salah satu alternatif mencegah impor beras kelas khusus. Keistimewaan padi ini, rasa nasinya yang super. Kandungan protein tinggi, sampai 11 persen. Sedangkan protein padi biasanya hanya 7 sampai 8 persen,” kata Prof. Ir. Totok Agung, DH, MP selaku peneliti dan pemulia padi Fakultas Pertanian Unsoed yang merakit padi kaya protein super pulen ini. 

Bagi petani dan industri, padi ini dapat menjadi solusi dalam menyiasati penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras oleh pemerintah. Daya hasilnya yang tinggi dan kualitas hasilnya yang setara beras khusus juga memberikan peluang bagi pemerintah untuk mengurangi impor beras khusus yang selama ini masih diperoleh dari luar negeri.

Salah seorang peniliti lainnya, Dyah Susanti, SP.MP menjelaskan padi kaya protein super pulen Unsoed disebut  juga sebagai “Nasi Bebas Cemas” karena prospektif mengantisipasi kecemasan kurang gizi, obesitas, dan resiko diabetis di masyarakat. Inovasi ini sangat prespektif karena sesuai dengan kebutuhan jaman now.  (Humas Unsoed/888)

Agronesia Utama
Komunitas