IPB Gagas Pusat Pengembangan Agribisnis di Blora

Rabu, 07 Maret 2018, 15:50 WIB

Workshop ”Membangun Agribisnis Blora yang Inklusif dan Berkelanjutan” di Aula Kantor Bupati Blora (26/2) | Sumber Foto:Humas IPB

AGRONET – IPB melalui Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB menginisiasi dibentuknya Pusat Pengembangan Agribisnis Blora (PPAB). Hal ini disampaikan  pada acara Workshop ”Membangun Agribisnis Blora yang Inklusif dan Berkelanjutan” di Aula Kantor Bupati Blora (26/2).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kerja sama antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan PT. GMM-Bulog yang telah dilaksanakan pada Nopember 2017 lalu. Hadir pada acara ini ; Bupati Blora, H. Djoko Nugroho; Sekretaris Daerah dan para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora;  Direktur PT. GMM-Bulog, Dr. Rachmat Pambudy;  Komisaris PT. GMM Bulog, Letjend (Purn) Yunus Yosfiah;  serta tim Departemen Agribisnis yang terdiri dari Dr. Bayu Krisnamurthi, Dr. Dwi Rachmina (Ketua Departemen), Dr. Anna Fariyanti, Eva Yolynda A, MM dan Feryanto, M.Si.
 
Bupati Blora menyambut baik inisiatif dari IPB untuk mengembangkan agribisnis di daerahnya. Ia menyampaikan,bahwa Kabupaten Blora memiliki beragam komoditas agribisnis yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai upaya memberdayakan masyarakat miskin di pedesaan. Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah potensi sapi potong di Blora.
 
”Blora merupakan daerah dengan populasi sapi terbesar kedua di Indonesia, tetapi pengusahaan ternak masih dilakukan sangat tradisional dan belum dapat memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Selain sapi, komoditas tanaman pangan dan buah-buah Blora juga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dan ditingkatkan daya saingnya,” ujar bupati. Oleh karena itu, tambah Bupati, melalui kerja sama ini IPB diharapkan mampu membantu pemerintah daerah membangun dan mengembangkan agribisnis Blora yang berdaya saing. Dalam jangka panjang diharapkan dapat ikut serta membantu mengurangi kemiskinan para petani di Blora.
 
Sementara itu, Dr. Bayu Krisnamurthi mengatakan, bahwa PPAB merupakan bagian dari upaya untuk membantu pemerintah daerah mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Ke depannya, PPAB memiliki tugas dan fungsi melakukan sinergi dan koordinasi mengenai program-program pengembangan agribisnis, melakukan pemberdayaan terhadap petani dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta memfasilitasi untuk membuka akses layanan dan kerja sama dengan stakeholders.
 
”Untuk mewujudkan PPAB dapat berjalan dalam jangka waktu dekat, sesegera mungkin dirancang program kerja untuk tahun 2018 dan 2019. Sebagai tindak lanjut program  jangka pendek juga disepakati pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dari mahasiswa IPB ke Kabupaten Blora,” ujar Dr. Bayu.
 
Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB, Dr. Dwi Rachmina, menyampaikan, PPAB ini merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk dapat membantu masyarakat dalam konsep Tridharma, terutama petani dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidupnya. IPB melalui Departemen Agribisnis akan memberi dukungan penuh terhadap program-program yang akan dijalankan melalui PPAB dengan melibatkan stakeholder yang lain. Salah satunya dengan PT. GMM Bulog.
 
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur PT. GMM-Bulog Dr. Rachmat Pambudy yang menyatakan akan mendukung program kerja sama ini. Menurutnya, PT. GMM-Bulog sebagai BUMN pengolah tebu menjadi gula dan berada di Blora akan membantu pelaksanaan program-program yang akan dijalankan. Terutama sinergi antara tebu-ternak, seperti yang diusulkan oleh IPB.
 
Selama ini, kotoran ternak yang jumlahnya banyak dan belum dimanfaatkan dengan baik, ke depannya akan diolah menjadi pupuk kandang yang dapat dimanfaatkan oleh petani Blora, terutama petani tebu.  Sementara itu, para peternak akan memperoleh pakan hijauan dari pucuk tebu yang dipanen, selain ampas hasil pengolahan tebu (bagas) yang dihasilkan PT. GMM – Bulog (Humas IPB/fwk/555).

 

BERITA TERKAIT