Limbah Tauge Turunkan Kolesterol Daging Domba

Senin, 23 April 2018, 06:05 WIB

Limbah Tauge | Sumber Foto:IPB

AGRONET - Limbah kulit tauge merupakan salah satu polusi bau yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, perlu ditangani agar memiliki nilai guna. Dan salah satu pemanfaatan limbah tauge adalah untuk pakan ternak.

Berdasarkan penelitian dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB) yaitu Sri Rahayu, H. Sunando, dan M. Baihaqi, pemberian intensif limbah tauge kepada domba garut jantan, dapat meningkatkan bobot badan ternak.

Menurut hasil penelitian ketiganya, limbah kulit tauge merupakan pakan hijauan ternak yang bergizi dan dapat meningkatkan pertumbuhan, reproduksi, dan kesehatan ternak.

“Potensi limbah tauge di kota Bogor sekitar 1,5 ton per hari. Pemberian 40 persen limbah tauge dalam ransum domba Garut dengan waktu pemberian pakan yang berbeda dapat meningkatkan performa pertumbuhan dan pasca panen. Pertambahan bobot badan harian (pbbh) domba dengan ransum limbah tauge (140.94g/ek/h) lebih tinggi dari pada yang diberi ransum rumput (76.61g/ek/hr)” ungkap Sri.

Dalam penelitiannya, peneliti memelihara domba garut jantan yang berumur rata-rata 5-7 bulan dalam kandang perlakuan. Mereka memberi perlakuan pakan berbeda, diantaranya ditambahkan limbah tauge dan waktu pemberian yang berbeda yaitu pagi dan sore hari.

Performa pasca panen menunjukkan bahwa pemberian ransum limbah tauge memberikan pengaruh yang lebih baik pada kualitas karkas dan daging, kecuali kandungan lemak dibandingkan ransum rumput. Namun waktu pemberian pakan sore hari cenderung menurunkan kadar lemak karkas maupun daging. Kandungan asam lemak, terutama asak lemak tak jenuh (PUFA) lebih tinggi pada domba yang diberi ransum rumput, sebaliknya asam lemak jenuh SFA lebih tinggi pada domba yang diberi limbah tauge.

“Kadar kolesterol daging domba yang diberi ransum limbah tauge pada sore hari cenderung lebih rendah pada daging domba yang diberi ransum limbah tauge pagi hari dan yang diberi ransum rumput pada pagi dan sore hari,” ungkapnya.

Secara ekonomi, pemberian ransum limbah tauge dengan waktu pemberian pakan sore hari pada domba Garut mampu menekan biaya pakan, tenaga kerja, dan biaya lainnya. Sehingga secara keseluruhan mampu meningkatkan pendapatan maupun keuntungan. (IPB/222)