Mahasiswa Brawijaya Lestarikan Desa Taji

Jumat, 08 Juni 2018, 11:20 WIB

Desa Taji, Kacamatan Jabung, Malang

AGRONET - Desa Taji, Kecamatan Jabung, Malang, dahulu merupakan hutan kayu dengan Kopi Arabika sebagai simbol penghasilan daerahnya, namun sejak jatuhnya harga kopi pada tahun 1990-an, lahan tanamnya beralih fungsi. Warga beralih tanam dari kopi ke sayur untuk memenuhi ekonomi rumah tangga. Namun akibat jangka panjangnya, kini desa Taji berpotensi bencana longsor.

Berangkat dari hal tersebut, lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Eko Setiyono, Dzikronah, Farika Hani, Alfiana Damayanti, dan Dhita Karunia Vrasna, dengan bimbingan dosen Dwi Retnoningih, S.P., MP., MBA, melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan mendukung keberlanjutan di desa Taji. Dengan bimbingan dosen Dwi Retnoningih, melalui dana dari KEMENRISTEK DIKTI, mereka menggagas kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

Program ini mendapatkan dukungan langsung dari Perhutani, Babinsa, dan PPL Desa Taji, serta BPP2TP Kementerian Pertanian. Program dilakukan untuk menghijaukan kembali lingkungan berbasis pertanian belanjut dengan aspek ekologi, ekonomi, sosal dan budaya. Masyarakat desa diajak kembali menyehatkan lingkungan hutan tanpa menyebabkan masalah bagi ekonomi rumah tangga dengan beralih tanam sayur menjadi kopi arabika yang dinaungi oleh tanaman hutan kayu.

Melalui program tersebut, mereka mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan serta mengajarkan manajemen agribisnis kopi yang baik mulai dari budidaya kopi hingga pemasaran kopi. Hal ini dilakukan untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai rendahnya potensi ekonomi budidaya kopi serta potensi alam desa. "Semakin tingginya masyarakat yang beralih tanam menjadi kopi dan hutan kayu, diharapkan akan menyembuhkan wilayah hutan yang kini masih sakit, sehingga lingkungan menjadi indah dan akan tetap dapat dinikmati oleh anak cucu nantinya," pungkas Dzikronah. [Irene/UB/222]

BERITA TERKAIT