Mahasiswa IPB Bangun Pos Terpadu Tanaman Herbal

Jumat, 22 Juni 2018, 10:32 WIB

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mencoba memberdayakan tanaman herbal di Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa Gunung Bunder, Bogor. | Sumber Foto:Humas IPB

AGRONET - Tanaman herbal selalu memiliki segudang potensi dan manfaat bagi manusia. Selain digunakan sebagai bahan dasar obat, tanaman herbal juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan produk, baik makanan maupun kosmetik. Sayangnya potensi tanaman herbal yang ada di Nusantara ini masih belum dikembangkan secara maksimal. Melihat kondisi tersebut, lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mencoba memberdayakan tanaman herbal di Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa Gunung Bunder, Bogor.

Di bawah bimbingan Dr. Nindyantoro dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) lima mahasiswa IPB yang bernama Salma Ainunnisa Fitrayadhi, Gilang Gunawan, Muhammad Fajar Kurniawan, Indah Sukmawati, dan Desi Wulansari mencoba mengaktifkan KWT desa Gunung Bunder dengan membuat Portal Herbal id.

Portal Herbal id adalah sebuah program yang ditujukan untuk KWT desa Gunung Bunder dengan memanfaatkan pos KWT yang sudah ada dan mengubahnya menjadi pos terpadu tanaman herbal dengan edukasi tanaman obat tradisional.

“Di Desa Gunung Bunder itu ada KWT yang memiliki pos dan taman, namun tidak difungsikan. Nah dari situ, kita kepikiran untuk mengaktifkan KWT tersebut beserta dengan pos dan tamannya dengan membuat Portal Herbal id,” kata Salma Ainunnisa Fitrayadhi, mahasiswa dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM).

Beberapa tanaman herbal yang dibudidayakan di Portal Herbal id adalah tanaman serai, salam, cengkeh, pandan, jahe, kunyit dan kencur.

“Dari tanaman-tanaman ini, kami juga mempunyai harapan agar perekonomian masyarakatnya bisa meningkat, entah mau dibuat obat atau produk lain,” tutur Salma Ainunnisa.

Menurut Salma, daerah Gunung Bunder adalah daerah yang potensial untuk membudidayakan tanaman herbal. Produk turunan dari tanaman herbal sangat baik untuk dikembangkan mengingat sumberdaya yang mudah diperoleh.

Salah satu produk yang dikembangkan Salma dan keempat rekannya di Portal Herbal id adalah Hermita (Sirih Herbal Milik Kita) yang dibuat menjadi bahan cuci tangan dan obat kumur.

“Nah sirih ini kan memiliki zat antiseptik, jadi kita gunakan untuk membuat bahan cuci tangan dan kumur,” tambah Salma.

Harapan Salma, program ini dapat terus berlanjut dan lebih berkembang serta dapat mengaktifkan kembali KWT di desa Gunung Bunder untuk mengangkat perekonomian masyarakat yang ada di sana.

“Kami berharap agar Portal Herbal id ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti di tengah jalan seperti yang sebelumnya pernah ada. Selain itu, dengan aktifnya pos KWT ini lagi, kami berharap komunikasi dapat terjalin dengan baik serta perekonomian masyarakat dapat meningkat,” tambah Salma. (IPB/Ath/Zul/222)