Fapet UGM Temukan Antiparasit Pada Ternak

Kamis, 18 Oktober 2018, 15:31 WIB

Tim UGM bersama kelompok wanita tani gema ngudi lestari | Sumber Foto:Humas UGM

AGRONET--Defesiensi nutrient dan parasit merupakan permasalahan utama dalam dunia peternakan. Nutrient defisien (kekurangan nutrisi) tersebut antara lain jenis protein. Sedangkan kambing dan domba lebih dominan terjangkit parasit ,yaitu cacing Haemonchus contortus dan coccidian.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) dan mahasiswa vokasi kesehatan hewan UGM mengadakan kegiatan bersama. Dengan koordinator Prof Dr Ir Kustantinah DEA dan Insani Hubi Zulfa SPt MSc serta Ahmad Baidlowi SPt MSc, mereka mengadakan pengabdian pada masyarakat untuk menerapkan natural anthelmintika yang merupakan penerapan lapangan hasil penelitian.

Kustantinah menuturkan, penelitian yang dilakukan di laboratorium ilmu makanan ternak Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fapet UGM, di antaranya pengembangan natural anthelmintika untuk peningkatan produktivitas ternak menggunakan tanaman tropis yang ada di Indonesia. “Anthelmintika sering disebut juga anti cacing, sedangkan yang dimaksud dengan natural anthelmintika adalah obat cacing yang berasal dari tanaman, bukan bahan kimia,” kata dia, Kamis (18/10) Yogyakarta.

Penelitian yang sudah dilakukan terhadap beberapa tanaman pakan ternak, seperti daun ketela, daun nangka, daun beringin, daun waru, daun turi, daun kaliandra dan lain-lain didapatkan adanya zat aktif di dalamnya yang disebut tanin. Tanin ini dapat bersifat antiparasit (anticacing dan anti-coccidia).

Kustantinah mengatakan, untuk menerapkan teknologi tersebut maka pemberian hijauan pakan ternak sebagai natural anthelmintik diperlukan. Artinya pemberian hijauan pakan ternak sebagai obat parasit (cacing dan coccidia) tersebut telah dicobakan di kelompok Wanita Tani Gama Ngudi Lestari dari Desa Banyusoca, Gunungkidul, Yogyakarta.

“Dari kegiatan ini harapannya peternak tidak perlu membeli obat cacing apabila kambingnya terkena cacingan. Hanya dengan pemberian daun ketela maka akan dapat digunakan sebagai obat cacing,”urainya

Tidak hanya pemberian daun ketela sebagai antiparasit, perbaikan kandang agar kotoran dapat turun kebawah dan menjadi lebih bersih juga diperlukan. Diharapkan parasit hilang dan produktivitas ternak menjadi lebih baik. (Humas UGM/711)

BERITA TERKAIT