Uniska Gandeng Kementan Kembangkan Pertanian

Sabtu, 27 Oktober 2018, 15:35 WIB

Prosesi Penandatanganan Kerjasama Uniska dengan Kementan | Sumber Foto:Kementan

AGRONET--Universitas Islam Kediri (Uniska) Kediri, Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir turut bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mengelola pertanian. Pada sabtu (27/10) dalam orasi rapat senat terbuka wisuda sarjana dan program pascasarjana Uniska, Prof. Dr. H. Suparyadi, SIP., MM selaku Rektor menyampaikan, “Semua lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan dan kesempatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Minimal lulusan Unisda, mampu meningkatan kesejahteraan masyarakt sekitar Kediri.”

Dalam upaya mencetak lulusan yang mumpuni, Uniska dibawah pengelolaan Yayasan Bina Cendikia Muslim Pancasila (YBCMP) dalam bidang pertanian mulai menjalin kerja sama dengan Kelurahan Sidomulyo, Semen, Kediri. Seluas 4 hektare (ha) lahan pertanian di Kelurahan Sidomulyo dapat digunakan sebagai tempat uji percobaan mahasiswa Uniska. Lahan percobaan tersebut diharapkan dapat menjadi pusat lahirnya varietas baru yang mampu memecahkan berbagai permasalahan pertanian.

Tak hanya itu, ditengah kesibukan yang padat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir dan berkomitmen mendukung Uniska dalam memanjukan sektor pertanian. Diselala acara Amran memotivasi wisudawan dan wisudawati untuk bermimpi menjadi orang besar.

“Kalau mau sukses kuncinya jujur, disiplin, kerja keras, komitmen, dan banyak berdoa,” sebut Amran. Amran pun tak segan untuk berbagi kisah hidupnya hingga kini menjadi Menteri. Tigabelas tahun ia menggeluti pertanian, dan baru di tahun ke-10 baru menikmati buah kerja kerasnya dengan mengantongi empat paten.

Bermodalkan 500 ribu rupiah kala itu, dalam 3 tahun menjadi Amran dapat melipat gandakan menjadi 3 triliun rupiah. “Bertani itu sederhana, mau kaya bertani,” kata Amran. Ia pun mengajak lulusan Fakultas Pertanian Uniska untuk berwirausaha, mencari lahan, mencari bibit unggul, dan mulai bertani. Amran optimis generasi muda milenial akan lebih sukses dari dirinya.

Dihadapan 600 wisudawan wisudawati, Amran menyampaikan jika mereka bergerak bersama, tidak hanya perekonomian Kediri yang meningkat, wajah perekonomian Jawa Timur pun akan menjadi lebih baik. Indonesia negara subur, negara besar dengan sentuhan teknologi dari generasi muda, Amran optimis perekonomian di Indonesia akan terus berkembang.

Data ekspor produk pertanian tahun 2017 menunjukkan adanya peningkatan sebesar 24 persen dari Tahun 2016. Dalam upaya menjaga kestabilan produksi, berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari adanya asuransi pertanian, menampung air hujan dalam embung untuk irigasi pertanian, serta mekanisasi alat mesin pertanian.

Kunjungan Amran ke Uniska ditutup dengan penandatanganan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Uniska. Traktor senilai 500 juta rupiah, pupuk, dan benih pun akan diberikan untuk menunjang pengembangan pertanian di Uniska. Menariknya tanpa perlu penandatanganan perjanjian, Amran memberikan dua ekor domba untuk dipelihara oleh seorang wisudawan yang ia minta berbagi pengalaman. Pemberian ternak kepada generasi muda menjadi stimulus agar generasi muda mencintai sektor pertanian dan tentunya turut mengelola pertanian. (269)