Ada Pisang Brazil Di Lahan University Farm, Universitas Teuku Umar

Kamis, 17 Januari 2019, 16:41 WIB

Pengembangan pisang Brazil di University Farm UTU | Sumber Foto:Dok UTU

AGRONET --  Di lahan University Farm-Universitas Teuku Umar (UTU). Universitas  Negeri yang berada di Wilayah Barat Selatan Aceh, tepatnya di Meulaboh-Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh,  telah ditanam  Fhia-17 dan roti-5, jenis pisang asal Negara Brazil. Tanaman pisang fhia-17 saat ini hampir bisa dipanen.

Koordinator University Farm Universitas Teuku Umar (UF-UTU), Iwandikasyah Putra, SP.,MP menjelaskan, keberadaan pisang dari Negara Brazil itu merupakan usaha dari Bapak Rektor UTU, Prof. Jasman.

“Untuk perdana, tanaman pisang jenis fhia 17 dan roti 5 asal Negara Brazil saat ini sudah ditanam masing-maing 10 batang di Lahan University Farm-UTU. Jenis fhia 17 sudah berbuah dan hampir bisa di panen” ujar Iwandikasyah melalui halaman publikasi UTU, 17/1/2019.

Menurut Iwandisyah, ada juga dari pendonor pisang barangan yaitu dari PT. Hijau Surya Biotechindo Medan-Sumatra Utara. Bibit pisang barangan merupakan hasil kultur jaringan untuk di uji pada lokasi UF-UTU, di Zonasi Areal Kebun Plasma Pisang UF sebanyak 20 batang.

Selain itu, di lokasi UF pada setting lokasi demplot kebun edukasi ditanami 3 jenis tanaman yang meliputi mangga malabar di cluster 1 (170 batang) dan cluster 2 (162 batang  jambu Kristal).  Selain itu, diatas lahan UF-UTU juga telah ditanam dan telah tumbuh dengan subur durian jenis otong pada masing-masing cluster yaitu cluster 1 (34 batang), pada cluster 2  (36 batang) di cluster 1 (68 batang) dan cluster 2 (72 batang). Penanaman durian otong itu dilakukan dalam bulan Mei 2016 dengan bentuk bendungan. Dan saat ini sedang dibangun dan hampir rampung rumah penggemukan sapi dengan kapasitas 12 ekor.

Selain itu, sebut Iwandika, pada tahun 2017, realisasi tanaman pisang pada kebun plasmanutfah pisang UTU, dengan luas area sekitar satu hektar sebanyak 504 batang, dengan 30 jenis pisang.  Lahan yang sedang garap saat ini lebih kurang satu hektar pisang. Sedangkan rencana ke depan, dalam tahun 2019 sampai 2025, kebun plasmanutfah pisang di lahan pertanian Universitas Teuku Umar, akan dikerjakan pada area seluas sekitar 9,7 hektar.

Kebun pisang seluas itu akan dikelola mahasiswa sebagai kebun pendidikan, pengembangan dan penelitian, sekaligus menjadi lahan representatif untuk pengembangan bermacam varietas lokal maupun nasional di Aceh.
 
Saat peresmiannya di Tahun 2017, Rektor UTU Jasman menjelaskan UTU memiliki 36 jenis koleksi pohon pisang dari seluruh Aceh. Dan ke depan, akan dikembangkan koleksi pisang dari seluruh nusantara, serta dunia. Dalam  rangka menjadikan UTU sebagai pusat riset pohon pisang dunia.
 
“Pengembangan pohon pisang ini harus didukung penuh baik oleh Pemerintah dan Kemenristekdikti agar dapat terealisasi dengan baik. UTU dapat menjadi referensi serta pengembangan riset bagi para profesor dan doktor dari belahan dunia yang ingin meneliti pisang,” pungkas Jasman. saat itu (234)
Agro Pilihan