Pelatihan Pembuatan Dapog di Unigoro

Rabu, 10 April 2019, 09:00 WIB

Petani Peserta Sekolah Lapang Pertanian (SLP) Universitas Bojonegoro, Jum’at (5/4), mengikuti pelatihan pembuatan dapog. | Sumber Foto:Dok Unigoro

AGRONET --  Petani Peserta Sekolah Lapang Pertanian (SLP), Program Pengembangan Masyarakat dari ExxonMobil Cepu Limited bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro, Jum’at (5/4) mengikuti pelatihan pembuatan dapog.

Dapog merupakan tempat tumbuhnya bibit padi yang ditanam secara acak dengan cara ditabur pada media tumbuh untuk disemaikan.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Gayam tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan para petani di Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan dan Bonorejo, Kecamatan Gayam belajar dapog dengan menggunakan tempat baki.

Selain itu, para petani juga praktik uji bernas dengan menggunakan air garam dan telur ayam kampung, untuk menguji benih padi berkualitas yang akan ditanam dengan persemaian dapog.

BERITA TERKAIT

Yaumidin Sugianto, SP., tim LPPM Universitas Bojonegoro mengatakan, dalam pelatihan hari ini para petani belajar uji bernas dan Dapog dengan tujuan untuk lebih menghemat biaya persemaian benih dan dapat meningkatkan produksi.

“Jadi di pelatihan kali ini, petani kita buka wawasannya dengan uji bernas untuk benih padi dan pembuatan Dapog untuk persemaian yang lebih hemat biaya dan produksi meningkat, karena dari metode ini tanaman akan lebih sehat,” ujarnya.

Sebelum melakukan praktik dan pelatihan bernas dan dapog, puluhan para petani peserta SLP diberikan materi terkait gambaran persemaian tersebut dan manfaat serta keunggulannya.

Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, para petani dapat lebih mengerti dan memahami metode baru dalam persemaian benih padi, agar lebih mengefisienkan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan. (234)

BERITA TERKAIT