Kini, Dokter Hewan Lulusan IPB Berjumlah 6.145 Orang

Kamis, 19 Oktober 2017, 20:35 WIB

Wisuda dokter hewan lulusan IPB di Auditorium FKH Kampus IPB Dramaga, Bogor (18/10) | Sumber Foto:Humas IPB

AGRONET - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali melepas 15 dokter hewan baru di Auditorium FKH Kampus IPB Dramaga, Bogor (18/10). Dengan demikian, jumlah lulusan dokter hewan IPB sejak berdiri hingga kini berjumlah 6.145 orang. Acara sumpah dokter hewan dipimpin langsung oleh Ketua Senat Akademik FKH IPB, Prof. Dr. drh. Bambang Purwantara.

Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Yonny Koesmaryono menyampaikan selamat kepada para lulusan. Ia berharap para dokter hewan dapat memiliki tanggung jawab yang tinggi, jujur, dan peka terhadap lingkungan. Apalagi saat ini dunia masih mengalami peningkatan adanya ancaman penyakit menular baru, emerging infectious diseases (EID) dengan 70 persen masih bersifat zoonosis, menular dari hewan ke manusia, yang akan berdampak multi aspek serta banyak korban jiwa akibat ketidaksiapan sistem untuk bersinergi.

Untuk itu, tambah Prof. Yonny, organisasi kesehatan dunia atau WHO memperkenalkan konsep One Health. Konsep ini pada dasarnya adalah strategi di seluruh dunia untuk memperluas kolaborasi interdisipliner dan komunikasi dalam semua aspek pelayanan kesehatan bagi manusia, hewan, dan lingkungan.

Prof. Yonny mengatakan para dokter hewan harus mampu menunjukkan perannya dalam penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Selain itu, mampu mengantisipasi berbagai penyakit hewan yang mungkin dapat menurunkan produksi maupun reproduksi ternak, dan penyakit-penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis).

Sementara, Dekan FKH IPB, Prof. Dr. drh. Srihadi Agung Priyono berpesan agar sebagai dokter hewan dengan kompetensi yang umum, para lulusan paham dan terampil dalam ilmu klinikal dan tindakan pengobatan. ”Juga secara langsung atau tidak langsung bertanggung jawab dan harus berperan serta dalam perwujudan kesehatan masyarakat, melalui pengendalian penyakit menular terutama asal hewan, penjaminan mutu pangan dan produk asal hewan dan ketersediaan cukup pangan bagi masyarakat,” ujarnya.

Prof. Srihadi juga mengatakan para dokter hewan juga harus terus menerus dan tiada henti meng-update diri dengan ilmu teknologi dan informasi terbaru kedokteran hewan melalui berbagai pendidikan dan kursus lanjutan serta dari berbagai pengalaman.(Humas IPB/dh/555)

 

BERITA TERKAIT