IPB Bikin Penumbuh Rambut dari Teripang dan Kulit Udang

Minggu, 26 November 2017, 08:04 WIB

Limbah kulit udang menjadi bahan baku kitin dan kitosan. | Sumber Foto:Humas IPB

AGRONET - Rambut rontok (hair loss) menjadi gangguan rambut bagi banyak orang. Yang jika dibiarkan berlanjut dapat menyebabkan alopesia atau kebotakan. Masalah rambut rontok ini dapat diatasi dengan penggunaan kosmetik penumbuh rambut atau hair tonic. Namun, hair tonic di pasaran belum ada yang berbahan dasar hasil perairan.

Inilah yang mendasari Nur Islami Rizki Syukrillah, Mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian. Memformulasikan hair tonic berbahan dasar teripang dan limbah kulit udang. Judul risetnya adalah "Formulasi Sediaan Hair Tonic Berbasis Nanokolagen dari Teripang Gamma dan Nanokitosan". Penelitian tersebut dilakukan di bawah bimbingan Dr. Dra. Pipih Suptijah, MBA dan Dr. Kustiariyah Tarman, SPi, MSi.

“Saat ini penggunaan hasil perairan untuk mengatasi masalah kerontokan rambut masih jarang dilakukan. Itulah sebabnya pada penelitian ini saya memformulasikan sediaan hair tonic yang berbasis kolagen dari teripang dan kitosan dari kulit udang,” terangnya. Wanita yang akrab disapa Nur ini menggunakan aplikasi nano teknologi untuk dapat meningkatkan kelarutan senyawa, meningkatkan daya absorbsi, dan meningkatkan penetrasi bahan.

“Sentuhan nano teknologi ini perlu agar bahan aktif dapat menembus folikel rambut dan lapisan epidermis sehingga meningkatkan kinerja bahan aktif tersebut,” tambahnya. Saat ini, kolagen yang terdapat di pasaran umumnya berasal dari kulit sapi atau babi yang perlu diwaspadai keamanan dan kehalalannya. Salah satu alternatif sumber kolagen yang aman dan halal sangat diperlukan. Salah satunya dapat diperoleh dari hewan laut teripang. Teripang mengandung kolagen hingga 70 persen pada dinding tubuhnya.

Bukan hanya itu, dalam formulasi hair tonic tersebut, Nur menggunakan limbah kulit udang yang merupakan bahan baku penghasil kitin dan kitosan. Kitosan dengan ukuran yang lebih kecil dapat menembus folikel rambut dan lapisan epidermis sehingga lebih efektif sebagai antimikroba dan dalam memicu pertumbuhan fibroblast. Sediaan hair tonic pada penelitian Nur diuji coba kepada hewan percobaan tikus putih galur Sprague-Dawley. Formula hair tonic terbaik adalah formula 2 dengan penambahan nanokolagen 1?n nanokitosan 5% yang menghasilkan panjang rambut akhir tikus sebesar 25,500±1,290 mm dalam waktu 21 hari. Namun, Nur juga menambahkan, jika tujuannya untuk menebalkan rambut maka formula 1 (penambahan kolagen 3?n kitosan 3%) menunjukkan hasil yang lebih baik dengan bobot akhir rambut 0,13 gram. Nur berharap agar hasil penelitiannya dapat memperkaya informasi mengenai pengaplikasian kolagen dan kitosan, serta keunggulan teknologi nano partikel pada produk. “Saya berharap penelitian ini dapat menjadi upaya pengembangan hasil perairan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, serta menjadi suatu referensi dan penemuan baru,” tutupnya. (Humas IPB/111)