ITS Olah Limbah Ikan Jadi Pakan Ikan Bernilai Ekonomis

Kamis, 21 Desember 2017, 19:07 WIB

Produk ini jauh lebih murah daripada harga pakan lain di pasaran. | Sumber Foto:KBRN

AGRONET - Limbah ternyata bisa bernilai manfaat. Di tangan tim peneliti dari Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, limbah ikan diolah menjadi pakan ikan berprotein tinggi dan bernilai jual ekonomis. Penelitian ini berpotensi meningkatkan produksi ternak ikan serta mengurangi pencemaran lingkungan.

Menurut Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati, Ssi., MSi, inisiasi pakan ternak, selama ini limbah tangkapan ikan tidak memiliki nilai jual. Jika dibiarkan menumpuk, limbah ini akan menyebabkan pencemaran organik, bau, dan mengurangi nilai estetika lingkungan sekitarnya.

Untuk mengatasi masalah itulah, Awik mencoba merekayasa limbah tersebut di Laboratorium Zoologi dan Rekayasa Hewan di Departemen Biologi ITS. Produknya ini kemudian ia sebut Zuper Food Fish (Z-Fosh).

Bayu Laksono Putra, salah satu mahasiswa anggota penelitian, mengungkapkan bahwa limbah ikan yang dibuang ke laut dapat menyebabkan pencemaran dan merusak ekosistem. “Bagian-bagian yang biasa dibuang adalah insang, ekor, dan jeroan. Padahal itu kan kaya protein dan dapat diolah menjadi pakan ikan bergizi serta bernilai ekonomis,” ungkapnya, Kamis (21/12).

Dalam penelitian ini, jelas Bayu, tim Z-Fosh juga menggunakan limbah hasil pengasapan ikan, keong sawah, dedak, tepung tapioka, vitamin konsentrat, daun pepaya, dan ragi tempe. Cara pembuatannya pun cukup mudah. Hanya dengan melumatkan dan mencampur adonan, setelah itu mencetak bentuk pelet.

“Cetakan tersebut kemudian dikeringkan supaya tahan lama,” imbuhnya. Lebih lanjut Bayu memaparkan, limbah ikan harus direbus dan dipisahkan lemaknya, setelah itu dikeringkan di oven. Sementara keong sawah harus dicuci dulu, kemudian dikukus dan dipisahkan dari cangkangnya.

“Ini tujuannya mengurangi zat beracun dan patogen, serta mengontrol kandungan senyawa aflatoksin agar tidak lebih dari 50 ppm,” terang Bayu lagi. Diungkapkan Bayu, pelet ikan Z-Fosh kini telah diterapkan sebagai pakan ikan lele dumbo. Lele dumbo dikenal memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat dibanding ikan lain.

Produk Z-Fosh dijual seharga Rp 13.000 per kilogram. Produk ini jauh lebih murah daripada harga pakan lain di pasaran. “Sekitar 60-70 persen dana ternak ikan itu digunakan untuk membeli pakan. Pelet Z-Fosh ini dapat digunakan sebagai upaya terobosan untuk penghematan biaya ternak ikan,” tutur mahasiswa asal Jember itu. (KBRN/111)

Komunitas