Komunitas Musang Lovers Depok

Mereka yang Memelihara Musang dengan Riang

Minggu, 28 Oktober 2018, 19:03 WIB

Angga, Ketua Komunitas Musang Lovers Depok, dalam gelaran Bagen Festival 2018 di rooftop ITC Depok, Depok, Jawa Barat, Minggu (28/10) | Sumber Foto:Ratno Fadillah

AGRONET—Memilih musang sebagai hewan peliharaan memang terdengar agak ekstrem. Habitat asli musang di perkebunan dan di hutan. Ia merupakan predator unggas, sehingga kerap dimusuhi peternak ayam. Ia juga kerap dianggap sebagai hama dan liar. Namun, bagi teman-teman Komunitas Musang Lover Depok (Muldok), musang adalah hewan yang asyik untuk dipelihara layaknya anjing dan kucing.

Muldok didirikan pada tanggal 21 Juli 2012. Enam tahun lamanya eksis sebagai komunitas, anggota aktif Muldok saat ini sudah mencapai 30-50 orang. Dan follower facebooknya sudah mencapai 2.000-an orang.

Saat ditanya kenapa lebih memilih musang sebagai hewan peliharaan daripada pelihara kelinci yang imut. Angga, Ketua Muldok, mengatakan bahwa saat itu masih jarang sekali orang yang memelihara musang di Depok.

“Karena kesannya kan, musang ini liar dan galak. Padahal, musang juga bisa jinak dan jadi hewan peliharaan kita,” ujar Angga, saat ditemui di Bagen Festival 2018 yang berlangsung di ITC Depok, Minggu (28/10).

Angga menjelaskan bahwa musang merupakan hewan arboreal, yakni jenis hewan yang banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Musang sangat ahli soal memanjat dan bermain di antara dahan pohon. Namun tak jarang pula hewan ini turun dari pohon untuk mencari mangsa atau pun hal lainnya.

“Kalau kita lihat posisi musang berada di pundak pemeliharanya. Itu karena pundak pemiliknya membuatnya nyaman seperti di dahan pohon,” ujar Angga.

Selain bersifat arboreal, musang juga termasuk salah satu jenis hewan nokturnal, hewan yang lebih aktif di malam hari. Namun saat menjadi hewan peliharaan, karakteristik dasar musang ini dapat berubah. Kebiasaan hidupnya dapat mengikuti kebiasaan yang diterapkan oleh pemeliharanya, ungkap Angga.

Saat ini Muldok terus mengedukasi dan mengenalkan tentang karakteristik Musang kepada masyarakat Depok dan sekitarnya. Setiap minggu sore sekitar jam 15.00 – 17.00, teman-teman Muldok menggelar gathering di Taman Lembah Gurame, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Spesies musang yang dipelihara teman-teman Muldok ini juga terbilang beragam. Tercatat mereka ada yang memelihara Musang Pandan atau biasa juga disebut Musang Luwak (dari spesies bali dan spesies lombok), Musang Akar (spesies musang akar sumatera, borneo, dan jawa), dan Musang Bulan. Selain itu ada juga beberapa anggota yang memelihara spesies yang masih satu kerabat dengan musang, seperti garangan dan berang-berang.

Keberadaan komunitas pecinta hewan seperti Muldok ini, secara tidak langsung merupakan sekelompok masyarakat yang berkontribusi melestarikan populasi hewan asli Indonesia. Selama eksistensinya, Muldok sudah berhasil melakukan penangkaran musang pandan dan musang bulan. Untuk musang pandan sudah lebih dari sepuluh anakan yang dihasilkan dari penangkaran. Padahal, proses penangkaran musang tergolong sulit.

“Penangkaran musang termasuk sulit. Untungnya, kita punya musang yang sudah teruji kesuburannya. Sehingga kita mudah mendapatkan anakan,”ungkap Angga. (Ratno Fadillah)