YONA Komunitas Petani Milenial

Kamis, 07 Maret 2019, 14:01 WIB

YONA atau Youth Milineal of Agriculture | Sumber Foto: unram.ac.id

AGRONET -- YONA atau Youth Milineal of Agriculture merupakan komunitas mahasiswa semester lima, tujuh, dan semester sembilan, Fakutas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ide terbentuknya untuk membentuk sebuah wadah yang fokus pada pembangunan sektor pertanian dengan melibatkan generasi muda sebagai pelaku utamanya.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Prof. M. Sarjan, mengungkapkan untuk membuat terobosan di bidang pertanian dibutuhkan SDM, inovasi teknologi, dan kebijakan. SDM itu adalah generasi muda yang memiliki fokus dan komitmen yang kuat terhadap pembangunan sektor pertanian.

Dia melihat kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia belum dikuti dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang pertanian. Oleh karena itu perlu ada intervensi teknologi pertanian dan  akselerasi dibidang pertanian serta pengembangan SDM.

“Adapun inovasi teknologi dapat diperoleh dari kampus. Kebijakan saat ini sudah memihak kepada sektor pertanian melalui program Kementerian Pertanian membentuk petani milenial,” jelasnya di Unram, Selasa, (26/2).

Menurutnya, minimnya minat generasi milenial untuk menjadi seorang petani membuat Prof. Sarjan mengunggkapkan idenya untuk membentuk sebuah wadah. Nantinya, wadah ini fokus pada pembangunan sektor pertanian dengan melibatkan generasi muda. 

“Mereka memiliki keinginan kuat menjadi pelaku utama di bidang pembangunan pertanian untuk kehidupannya dan untuk dibagikan kepada masyarakat. Bahkan mereka tidak ingin menjadi PNS, jika mampu berbuat di sektor pertanian,” papar Prof. Sarjan.

Alumni Fakultas Pertanian Unram yang juga tertarik terjun di bidang pertanian membuat sebuah komunitas ‘Alumni Pertanian Milenial’. Besarnya minat mahasiswa dan alumni Fakultas Pertanian tersebut kemudian membuat Prof. Sarjan mengumpulkan dua komunitas yang telah dibentuk dalam wadah yang dibari nama ‘Jamaah Milenial Agro’ yang terbentuk akhir Januari 2019 lalu.

Baru-baru ini mereka melakukan kunjungan ke beberapa instansi pemerintah dan perusahaan, seperti PT. Bisi Internasional Tbk dan Seed Cool Company, yang merupakan perusahaan penyedia bibit holtikultura. Selain itu, mereka akan diberikan kesempatan untuk magang sehingga nantinya bisa menjadi pelaku di bidang pertanian.

Ada empat sektor dominan yang akan ditekuni oleh komunitas ini. Pertama adalah tehnik agronomi, yaitu cara bercocok tanam yang baik. Ke dua, aspek pengelolaan tanah dan kesuburan pemupukan serta nutrisi. Ke tiga, pengelolaan hama penyakit tumbuhan sebagai penganggu, dan ke empat adalah pemasaran.

Berangkat dari hal tersebut, Komunitas YONA maupun Alumni Pertanian Agro membentuk divisi produksi, pengelolaan hama, nutrisi tanaman, dan divisi pemasaran. Salah satu program yang sedang dipersiapkan oleh adalah Agro Edu Tekno Wisata. Mereka membuat base camp di Desa Sigerongan Kabupaten Lombok Barat menjadi sebuat tempat wisata sekaligus tempat belajar.

Dengan adanya Agro Edu Tekno Wisata, pengunjung bisa datang untuk berwisata, anak-anak bisa bisa belajar bercocok tanam dan mengenali jenis-jenis tanaman. Di tempat ini juga dapat mempelajari teknologi pertanian seperti aeroponik, hidropinik, dan perbanyakan tanaman dengan berbagai teknik. (koranntb/591)