Bambu Muda Membuat Bangga Warganya

Kamis, 09 November 2017, 19:49 WIB

Komunitas Bambu Muda | Sumber Foto:Dok. Bambu Muda

AGRONET –  Bambu Muda di sini bukanlah rebung, melainkan komunitas.  Sebuah wadah sekumpulan kaum muda Kampung Taman Induk, Cipayung, Depok.  Yang dipakai wahana oleh komunitas ini memang bambu. Dan para anggotanya adalah kaum muda. Maka tepatnya bila komunitas yang menanam dan mengolah bambu ini dinamai komunitas Bambu Muda yang kini membuat bangga banyak kalangan di Depok. Tepatnya di Kampung Taman Induk, Kelurahan Cipayung.

Adalah Iskandar Darussalam yang membidani komunitas ini.  Om Is, begitu ia kerap disapa, telah berperan seperti  ‘orang tua’ bagi kaum muda di sana. Om Is, melihat para pemuda di kampungnya penuh potensi yang layak disalurkan. Ia tidak ingin kenakalan yang banyak menghantui kalangan muda di mana-mana, merusak masa depan kaum muda setempat. Kampung itu harus teduh bukan hanya secara alam namun juga sosial.

Maka di awal Oktober 2017 lalu, ia pun mengumpulkan para pemuda kampung. Mengajak mereka untuk mencintai kampung mereka.  Gagasan ini sudah dipikirkannya sejak tahun lalu.  Tak butuh berapa lama, Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober pun  dijadikan momentum kelahiran Komunitas Bambu Muda.  Tak disangka, kaum muda setempat antusias menyambut kelahiran komunitas ini. Hal yang tentu menuai respon positif dari masyarakat dan juga pemerintah setempat.

Ibarat jabang bayi, komunitas Bambu Muda sebenarnya  baru lahir. Namun dalam waktu singkat, sang jabang bayi ini segera merangkak, berdiri, berjalan, dan bahkan berlari. Mereka mampu meyakinkan berbagai kalangan bahwa mereka –para anggota komunitas ini—kreatif dan produktif. Mereka mampu berkarya nyata. Itu yang membanggakan masyarakat setempat. 

Keakraban, kebersamaan, serta kekeluargan menjadi kuncinya. Hal itu terasa di Workshop Bambu Muda di Cipayung.  Beragam kegiatan diadakan mulai pukul 9 pagi hingga pukul 10 malam.  Dengan memanfaatkan bambu, lukisan siluet bernilai seni tinggi dapat dibuat oleh para anggota.  Tidak hanya itu, dengan kelihaian jari jemari gelas, vas bunga, sarang lampu tidur, lampu gantung, pot susun taman pun mereka produksi. 

Nabila, seorang pelajar yang aktif di komunitas Bambu Muda, memiliki keinginan untuk memproduksi alat kesenian dari bambu.  “Bergabung dengan Bambu Muda buat ngasah kreatifitas dari media bambu, dan senior-senior juga mau berbagi ilmu dan membimbing,” ujarnya.  Serupa dengan Nabila, Erwin juga merasakan manfaat dari komunitas ini.  “Kemampuan saya dalam berseni tersalurkan. Bahkan mendapat apresiasi yang tidak saya bayangkan sebelumnya,” jelas Erwin.  Mendapat amanah untuk menjadi pengurus, membuat Erwin semakin terlatih dalam hidup berogarnisasi.  Hal ini ia juga terapkan juga dilingkungan kerja. 

Nabila dan Erwin, hanyalah contoh dari ratusan anggota Komunitas Bambu Muda.  Dimulai dari generasi muda sebagai pionir untuk merealisasikan Kampung Taman Induk yang sesungguhnya.  Melalui media bambu beragam kreatifitas tercipta.  Lewat bambu ketersediaan air dan udara segar terjaga.

Sebatang bambu menghasilkan 45 persen oksigen setiap harinya.  Dengan kata lain 1 batang bambu dapat memenuhi kebutuhan 4 orang untuk bernafas.  Jika 1 orang menanam 1 bibit bambu, bambu tersebut bisa tumbuh hingga 20 batang.  Dengan bergeraknya pemuda komunitas bambu muda, keasrian Kampung Taman Induk dapat segera terwujud. 

Komitmen pada pelestarian lingkungan hayati dan pemberdayaan lingkungan inilah yang ditekankan.  Kepuasan batin Erwin sangat rasa ketika ia melakukan penghijauan.  “Saat pelaksanaan penghijauan saya seakan memberikan harapan kehidupan yang baru untuk anak cucu saya di masa depan,” kenangnya.

Menanam bambu, dan mengolahnya menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Itu cara  Bambu Muda mengajak kaum muda untuk peduli terhadap lingkungan.  Juga untuk peduli dengan masa depan diri dan masyarakatnya. Wajar bila di usianya yang masih sangat muda, Bambu Muda telah membuat bangga warganya. Terutama para anggotanya sendiri yang telah bertekad untuk terus menjaga kelestarian bumi pertiwi.  (ID/269)

BERITA TERKAIT