PT Perikanan Nusantara , Menggurita Hingga Jepang

Rabu, 31 Juli 2019, 07:22 WIB

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr Masafumi Ishii meninjau mesin produksi pengolahan gurita yang merupakan teknologi Jepang yang digunakan mitranya yakni PT Perikanan Nusantara (Persero) di kantor Cabang Makassar, Selasa (30/7). | Sumber Foto:Dok Perinus

AGRONET --  PT Perikanan Nusantara (Persero),  perusahaan  yang merupakan hasil penggabungan empat perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perikanan yakni PT Perikani (persero), PT Usaha Mina, PT Tirta Raya Mina (Persero) dan PT Perikanan Samodra Besar (Persero), semakin menggeliat bak gurita.

Setiap tahun volume ekspor PT Perikanan Nusantara (Persero) ke Jepang dan telah mencapai 250 ton hingga sementer I 2019 atau setara dengan 1.436.859 dolar Amerika Serikat.

Untuk merambah pasar Jepang, PT Perikanan Nusantara menjalankan kerja sama dengan mitra Ajirushi, Inc. yang dikenal perusahaan pengolah produk-produk laut untuk dikonsumsi seperti gurita, cumi-cumi dan udang untuk pangsa pasar Jepang.

"Perusahaan kami sebagai salah satu pemasok gurita untuk Airushi Inc dengan produksi yang sudah memenuhi standar dan kualitas produk di Jepang, sehingga dapat diterima oleh pasar di negeri sakura tersebut," kata Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Persero) M Yana Aditya di Makassar, Selasa (30/7).

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama perdagangan Indonesia dan Jepang dalam bidang produk kelautan yang sudah berlangsung dengan baik, Selasa kemarin Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr Masafumi Ishii meninjau mesin produksi pengolahan gurita yang merupakan teknologi Jepang yang digunakan  PT Perikanan Nusantara (Persero) di kantor Cabang Makassar.

"Kehadiran Dubes Jepang ke Makassar ini untuk meninjau langsung alat produksi pengolahan gurita setelah kami bermitra dengan perusahaan asal Jepang Ajirushi, Inc. sejak 2015," kata Yana.

"Kadatangan Dubes Jepang ini tentu menjadi pertanda kerja sama ini akan terus berlanjut dan akan kami tingkatkan dengan perusahaan mitra Jepang," lanjutnya Sementara itu, Dubes Jepang mengaku sangat senang dapat menyaksikan langsung proses pengolahan sebelum produksi gurita itu dikirim ke negaranya.

Fokus Produksi Tangkapan Ikan

BERITA TERKAIT

Dari paparan kinerja PT Perikanan Nusantara akhir tahun lalu, di tahun 2019, Perinus mentargetkan pendapatan Rp. 900 milyar dan laba Rp. 26 milyar dengan asset mampu menembus Rp 1  Triliun. Perinus mentargetkan peningkatan hasil tangkapan di 2019 menjadi 35.000 Ton yang berarti peningkatan sebanyak 22.41?n perkiraan pencapaian tahun 2018  di 29.000 Ton.

Untuk perikanan tangkap, Perinus berupaya untuk meningkatkan hasil tanggapan menggunakan kapal milik sendiri sebanyak 40-50?ri total tangkapan demi efisiensi biaya. Untuk itu Perinus akan menambah armada kapal baru dimana di tahun 2018 ini telah mulai dibangun 4 kapal baru dan di 2019 ditargetkan sekitar 5-6 kapal baru sehingga total menjadi 10 kapal baru. Perinus juga mentergetkan 15.000 mitra nelayan dan 10 KSO Operasional Kapal dengan pola bagi hasil.

Untuk transaksi Ekspor, Perinus  memang telah mentargetkan  merealisasikan kontrak Ekspor US $ 33 juta yang diperoleh di tahun 2018 dengan mitra Jepang dan di 2019 ditargetkan untuk dapat meraih kontrak ekspor mencapai US$ 50 juta dengan mengembangkan pasar ke Eropa dan Timur Tengah.

Tahun 2018 Perinus mencatat keberhasilan mempertahankan “investment grade” oleh lembaga rating Pefindo. Pencapaian ini akan memperkuat kepercayaan Investor terhadap konsistensi kinerja Perinus ke depannya.  Disamping itu, di 2018 juga, Perinus mendapatkan penghargaan atas inovasinya di bidang marketing, pada kriteria Best Branding Award, Best Marketing Award, Best Online Marketing Award,

"Keberadaan perusahaan ini hadir untuk negeri dan senantiasa dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional," pungkas Yana.(234)

BERITA TERKAIT