Perhutani dan CDK PamekasanTanam Mangrove

Rabu, 09 Oktober 2019, 17:52 WIB

Penanaman 2.300 bibit di petak 61 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pamekasan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Madura Timur. | Sumber Foto:Dok BUMN go id

AGRONET --  Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Timur ke-74 tahun 2019, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Pamekasan serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sabuk Hijau menggelar penanaman bibit mangrove sebanyak 2.300 bibit di petak 61 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pamekasan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Madura Timur, Minggu (6/10).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup (DKLH), Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan sekitar 500 orang yang terdiri dari kelompok relawan, Pramuka Saka Wanabakti, Saka Bakti Husada dan para pelajar, mulai dari tingat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Pamekasan.

Administratur Perhutani KPH Madura Rumhayati menerangkan kepada peserta yang hadir terutama siswa sekolah yang ikut dalam penanaman mangrove. Dalam penjelasannya itu Rumhayati menyampaikan bahwa tanaman mangrove yang berfungsi untuk mecegah intrusi air laut ke daratan, serta merupakan penghasil oksigen.

“Mangrove sangat penting untuk dilindungi karena mempunyai fungsi sebagai ekosistem yang sangat penting untuk masyrakat pesisir, utamanya untuk mencegah tsunami dan mencegah dari kerusakan dampak abrasi,” terangnya.

Di tempat yang sama Kepala Seksi Rehabilitasi Lahan dan Pemberdayaan Masyarakat (RLPM) CDK Pamekasan Katri Atmojo menyampaikan bahwa tujuan dari penanaman ini tak lain untuk menjembatani lembaga-lembaga pendidikan untuk berpartisipasi dalam mewujudkan generasi muda untuk mencintai lingkungan.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelamatan lingkungan dan memberdayakan organisasi penggiat lingkungan untuk lebih aktif lagi dalam kegiatan rahabilitasi hutan mangrove,” tambah Katri.

Ngopi Bareng Stakeholder, Jalin Komunikasi

Sementara itu, sehari sebelumnya,  Sabtu (5/10) di wisata alam Taman Rimba petak 4 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Silo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Mayang, Perhutani Kesatuan Pemangkuna Hutan (KPH) Jember bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Silo, Komando Rayon Militer (Koramil) Silo, Kepala Desa Silo, Tokoh Masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Jaya Silo melakukan pertemuan sembari menikmati secangkir kopi.

Dalam perbicangan Administratur KPH Jember Rukman Supriatna mengatakan bahwa dukungan dan perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat desa hutan semakin besar. “Sebagai aparatur negara kita harus hadir dalam mendukung program negara dalam kawasan hutan di Jember,” katanya.

Menurut Rukman di wilayahnya sedang dilaksanakan program perhutanan sosial dan rehabilitasi hutan dan lahan yang perlu kehadiran petugas, dukungan stakeholder serta peran penting masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya hutan.

Menanggapi perbincangan tersebut, perwakilan Koramil Silo Sersan Mayor (Serma) Tedi mengatakan bahwa pihaknya siap hadir bersama Perhutani untuk mendukung program negara. “Kami sudah berkomunikasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan program yang dilaksanakan di kawasan hutan Perhutani Jember,” tuturnya.(234)