Jasa Tirta II Kembangkan Budidaya Bandeng di Jatiluhur

Senin, 23 Oktober 2017, 16:12 WIB

Pelepasan Bibit Bandeng di Waduk Jatiluhur

AGRONET -  Jasa Tirta II mulai kembangkan budidaya ikan bandeng. Hal tersebut dilakukan di Waduk Jatiluhur yang dikelola perusahaan ini.  Sebagai Perusahaan Umum (Perum), Jasa Tirta sebenarnya bertugas menyediakan air bersih. Baik untuk warga DKI Jakarta maupun  Jawa Barat. Untuk membantu warga di wilayah kerjanya, Jasa Tirta II pun kelola budidaya bandeng serta biogas.

Wilayah kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini meliputi Sungai Citarum dan sebagian Sungai Ciliwung-Cisadane. Sungai Citarum, sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat, sudah turun temurun menjadi tempat mencari nafkah masyarakat sekitar.

Sungai Citarum dimanfaatkan untuk memancing ataupun budidaya ikan dengan menggunakan keramba. Meskipun bukan penyebab utama, kebiasaan masyarakat ini ternyata berdampak pada pencemaran air sungai.

Perum Jasa Tirta II bekerja sama dengan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengatasi hal tersebut. Dengan adanya kerjasama ini, masyarakat yang sudah terbiasa mencari nafkah di Sungai Citarum dipindahkan ke Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Dalam waduk ditebar bibit ikan bandeng air tawar yang diberikan secara cuma-cuma.

”Ikan bandeng hidup secara berkelompok sehingga memudahkan untuk menangkap saat panen,” ujar Djoko Saputro, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II. Masyarakat yang beternak bandeng pun tidak perlu repot memberi makan/pakan. Ikan bandeng ini akan memakan sisa pakan dari keramba jaring apung dan plankton yang ada di waduk. ”Dengan adanya ikan bandeng, Waduk Jatiluhur akan bersih secara alami,” tambahnya.

Tidak hanya ’membersihkan’ aliran sungai Citarum dengan bandeng, tata kelola beternak sapi pun diatur. Peternak sapi di Kawasan Pengalengan, Bandung diberikan pembelajaran untuk tidak membuang kotoran sapi ke sungai. Kotoran sapi yang dibuang ke sungai juga merupakan bentuk pencemaran sumber daya air.  Haris Zukarnain , Sekretaris Perum Jasa Tirta II, menyebutkan, ”Faktor penyebab pencemaran air itu banyak. Minimal kami mengendalikan dan mengontrol. Untuk sektor peternakan kami buatkan unit-unit biogas.”

Sejak awal tahun 2017 hingga saat ini sudah terbagun 20 unit biogas. Dengan adanya biogas ini, kotoran sapi yang biasanya dibuang ke sungai dapat berdaya guna. Masyarakat Pengalengan memanfaatkan biogas untuk listrik dan memasak.

Ampas biogas atau bio-slurry digunakan sebagai pupuk kompos untuk bercocok tanam. Haris menambahkan, ”Meskipun belum bisa menyebutkan besarannya, pencemaran lingkungan di sungai citarum ada penurunan. Perum Jasa Tirta II akan terus berkontribusi kepada masyarakat melalui program bandeng dan biogas.” (269)

Komunitas