Rifda Bantu UKM Agro Lewat Expo

Minggu, 11 Maret 2018, 14:56 WIB

Rifda Ammarina

AGRONET – Rifda Ammarina! Namanya sangat dikenal oleh banyak pengusaha agribisnis kelas menengah. Terutama oleh mereka yang suka pengikuti pameran buat memajukan usahanya. Ketika disebut nama Rifda -tanpa harus dilengkapi dengan Ammarina pun- mereka akan segera menyahut. ”Ya, Rifda. Agrinex!” Jawaban spontan itu yang acap terdengar.

Rifda memang terasosiasikan dengan Agrinex Expo, salah satu pameran pertanian paling bergengsi di Tanah Air itu. Asosiasi yang sepenuhnya betul karena memang Rifda penggagas dan sekaligus pengelola expo pertanian yang pada tahun 2018 ini akan berlangsung ke-12 kalinya, Agustus mendatang.

Pameran agro itu memang menjadi kulminasi Rifda, perempuan yang oleh orang-orang dekatnya dikenal ’tidak punya lelah’ ini. Perempuan yang nalurinya berbisnis sudah terlihat sejak ia kecil, di kampung halamannya di Ternate. Saat SD, ketika teman-temannya hanya sibuk belajar dan bermain, Rifda sudah sibuk berbisnis.

Sepulang sekolah, ia akan segera menyiapkan bahan-bahan es lilin. Dibantu ayahnya, malam hari Rifda membungkusi bahan-bahan es itu dan memasukkannya ke kulkas. Pagi hari, es pun dimasukkannya ke termos untuk dibawa ke sekolah. Ia titipkan es itu di kantin. Alasannya adalah ”agar punya uang saku sendiri.” Tidak perlu meminta pada orang tuanya.

Beranjak remaja membuatnya makin sibuk berbisnis. Ia mengikuti tren baju yang disukai remaja saat itu. Rifda lalu membuka toko buat mengageni merek baju yang sedang digemari di masanya. Rifda pun menjadi remaja paling sukses berbisnis di Ternate ketika itu. Sebuah pondasi kokoh bagi keberhasilannya kelak menumbuhkan pebisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang agro.

Agro. Bidang ini memang menjadi bagian hidup Rifda setelah ia kuliah di Institut Pertanian Bogor. Lulus kuliah, ia mendaftar kerja sebagai profesional di industri pangan. Yakni di Indofood Fritolay. Karirnya di perusahaan ini ternyata mengantarkannya hingga ke dunia komunikasi. Yakni saat Rifda ditunjuk sebagai Public Relation Manager.

Di sinilah ia menguasai seluk beluk komunikasi. Mulai dari urusan publikasi media hingga periklanannya. Kecekatannya mengelola komunikasi itu menarik perusahaan lain untuk mengajaknya bergabung. Jadilah Rifda eksekutif komunikasi PT Mustika Ratu. Ia menjadi penanggung jawab banyak program Mustika Ratu, yang membuatnya menguasai seluk-beluk urusan event organizer (EO).

Namun bukan Rifda kalau puas menjadi profesional. Panggilan hatinya buat berbisnis terlampau kuat untuk ia abaikan. Ia bahkan percaya bahwa jiwa entrepreneur itu sebenarnya adalah bawaan lahir. Bukan hasil bentukan pendidikan. Pandangan yang dapat diperdebatkan, namun memang membuat Rifda kian teguh untuk berbisnis.

Langkahnya dalam bisnis pun tidak tanggung. Ia mendapat akses ke bisnis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, setelah aktif di berbagai organisasi. Termasuk di Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Ia bahkan terpilih menjadi salah satu dari belasan pengusaha binaan Pertamina. ”Saya satu-satunya yang perempuan,” kata Rifda, dalam sebuah wawancara.

Keberhasilannya mengelola peluang-peluang bisnis, meneguhkan sebagai EO andal. Untuk itu Rifda menggunakan payung PT Puteri Cahaya Kharisma. Ia juga gunakan merek Performax buat bisnisnya tersebut. Sempat menjadi mitra bisnis perusahaan Amerika dalam pengembangan power plant, Rifda tak melupakan dunia agro.

Bahkan agro inilah yang menjadi pilihan utamanya dalam berbisnis. Bukan melalui budidaya, melainkan melalui pameran sesuai dengan kompetensinya sebagai event organizer. Maka ia pun menggelar pameran Agronex Expo. Sebuah pameran agro bergengsi yang bukan hanya menjadi ajang expo bagi korporat besar agribisnis. Juga menjadi ajang memamerkan produk-produk agribisnis UKM.

Ada cara sederhana yang dilakukan Rifda buat membantu UKM agribisnis lewat expo yang diselenggarakannya. Yakni, menurutnya, ”dengan subsidi silang.” Tarif stan pameran untuk UKM sengaja dibuatnya murah agar terjangkau. Hal tersebut dapat dilakukan dengan subsidi dari sewa stan korporasi-korporasi besar. Itu yang dilakukannya dalam setiap pameran, termasuk yang terakhir yakni Agrinex Expo 11, tahun 2017 lalu di Jakarta Convention Center.

Dalam pameran terakhir tersebut, Performax sengaja menggandeng khusus IPB sebagai mitranya. Dengan tema "Food for All Seasons", pameran itu berhasil mengangkat puluhan UKM dari 100 stan yang terisi penuh buat memamerkan produknya. Hal yang membuat bangga Rektor IPB saat itu, Prof. Herry Suhardiyanto. ”Kita ini negara agraris, pertanian kita harus dapat menjadi tuan rumah di negara kita sendiri,” kata Herry dalam menyambut pameran tersebut.

Semua itu terjadi karena passion Rifda, yang namanya punya makna sebagai ”pemberi” atau ”penyambung silaturahmi” ini. Passion itulah yang membuatnya mampu melahirkan inovasi dari waktu ke waktu hingga Agrinex Expo yang dikembangkannya terus berkembang. Ilmu menjadi entrepreneur menurutnya dapat dipelajari siapapun. Namun jiwa yang melahirkan passion sebagai entrepreneur itulah yang disebutnya sebagai bawaan. Itulah yang disalurkannya di usaha expo agrobisnis.

Ada resep khusus yang dapat disampaikan Rifda pada para pengusaha UKM agrobisnis dalam mengembangkan usahanya. Pertama, ”kerjakan apa yang dapat kita kerjakan.” Kalau hal itu kita kerjakan, ia percaya Allah akan mengajarkan hal yang tidak mampu kita kerjakan. Kedua, ”kerjakan dengan baik” karena akan mengundang keberkahan.

Kedua prinsip itu bukan sekadar nasihat Rifda pada para UKM agrobisnis. Lebih dari itu adalah prinsip hidupnya yang paling mendasar sebagai pebisnis, yang dapat ia bagikan pada para pelaku usaha agrobisnis. Di dunia agrobisnis, Rifda sendiri masih menyimpan sejumlah obsesi besar yang akan diwujudkannya di tahun-tahun mendatang. Membantu menumbuhkan UKM agrobisnis melalui expo menjadi landasannya untuk lebih maju lagi di agrobisnis. (312)

BERITA TERKAIT