Padi Antarkan Prof. Suwarto Pimpin Unsoed

Minggu, 24 Juni 2018, 11:00 WIB

Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S. | Sumber Foto:Dokumen Pribadi

AGRONET – Hidupnya sungguh-sungguh bertaut dengan padi. Banyumas tempat lahirnya adalah daerah banyak sawah tempat menanam padi. Kuliah mendalami ilmu bercocok tanam padi. Berkarir sebagai dosen dan peneliti pun menjadi ahli padi. Filsafat hidupnya akhirnya juga filsafat padi. Siapa lagi sosok itu kalau bukan Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S., Sang Ahli Padi.

Filsafat padi itulah yang mengantar Prof. Warto, sebutan akrabnya, untuk memimpin kampusnya. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.  Ilmu padi “semakin berisi semakin menunduk” memang mewujud pada dirinya. Maka dalam pemilihan baru-baru ini civitas academica dan para pemangku kepentingan pun memilihnya sebagai rektor. Posisi yang ditetapkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan melantiknya Mei lalu.

Sebelumnya, pria kelahiran 5 Mei 1960 ini adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Posisi yang dijabatnya sejak Tahun 2015.  Dengan amanah barunya, Prof. Warto diharapkan menggunakan ilmu padinya untuk mengembangkan universitas itu. Untuk itu, menurut Prof Warto, sejumlah agenda telah disusun.

Sebagaimana halnya dalam urusan perpadian, tak ada yang muluk dalam program Unsoed di bawah Prof. Warto. Ketekunan dan kecermatan berinovasi yang menjadi titik tekannya. Karena prioritas kepemimpinannya sangat sederhana namun mendasar. “Meningkatkan akreditasi, baik untuk institusi maupun program studi,” sebut Prof Warto.

Secara pribadi Prof. Warto sudah menghasilkan berbagai karya fenomenal. Di antaranya adalah padi gogo aromatik Inpago Unsoed 1.  Padi ini sudah dilepas sebagai varietas unggul nasional oleh Menteri Pertanian tahun 2011.  Selain itu juga varietas padi yang dinamai Inpago JSPGA (Jenderal Soedirman Padi Gogo Aromatik) 9 serta Inpago JSPGA 136. Keduanya telah mendapatkan hak Perlindungan Varietas Tanaman.

Kecintaan Prof. Warto pada padi sudah berlangsung sejak lama.  Alumnus Fakultas Pertanian Unsoed tahun 1984 ini melanjutkan S2 dan S3 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Padi terus menjadi perhatiannya. Kecintaannya pada padi semakin melekat. Hal itu bukan hanya diwujudkannya lewat penelitian, namun juga lewat aktivitas pengabdian masyarakat.

Kiprah Prof. Warto mencerminkan itu.  Termasuk raihan gelar Guru Besarnya di bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman pada 2012. Guru Besar Unsoed ke-47 ini menyampaikan pidato berjudul “Memanen Matahari”, Biofortifikasi Besi pada Padi Untuk Mengatasi Kelaparan Tersembunyi) untuk pidato pengukuhannya. 

Prof. Warto meyakini besi sangat bermanfaat dalam kehidupan.  Seperti yang tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Hadiid : 25 “...Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia...”  Karena itu ia melakukan rekayasa pengayaan besi pada padi melalui biofertifikasi itu.

Dengan temuannya Prof. Suwarto berbagai masalah teratasi. Terutama masalah kelaparan tersembunyi yang banyak dialami masyarakat pedesaan di Indonesia. Selain itu, varietas padi unggul hasil biofortifikasi besi juga dapat meningkatkan produktivitas lahan marjinal.

Komitmen mengembangkan padi terus ia pupuk. Wajar bila pada tahun 2015 Prof. Warto memperoleh penghargaan Inovasi Pangan dan Pertanian dari Presiden Republik Indonesia. Tak hanya penghargaan dari Presiden, Prof. Warto juga masuk dalam 20 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa dari Kemenristekdikti. 

Dua Tahun berselang, Prof. Warto memperoleh MPPI Award 2017 dari Masyarakat Pecinta Polikultur Indonesia.  Di tahun yang sama Prof. Warto kembali menampilkan karya terbarunya, Padi gogo Inpago Unsoed Parimas.  Prototipe yang telah dikembangkan diantaranya padi tipe baru, padi aerobik dan green super rice

Kala sebagian petani mengalami gagal panen, petani dampingan Prof. Warto tetap bersuka cita menyambut panen raya.  Tak hanya menyosialisasikan benih padi temuannya, Suami dari Ir. Sri Marnani, M.Si ini dengan senang hati turun ke lapangan. Karya-karyanya juga terpublikasikan di sejumlah jurnal internasional, Jurnal Plant Production Science.

Kini Prof. Suwarto bukan hanya seorang peneliti yang handal. Sang ahli padi ini juga pemimpin universitas yang sedang berkembang, Unsoed.  Universitas pada milestone-nya kedua yang digaungkan dengan semboyan ‘Unsoed Berkontribusi’ dengan mengkontribusikan karya-karya inovatif pada masyarakat, dunia ilmu dan industri. (269/Humas Unsoed)