Noviyanto Indrakila, Cah Boyolali Penghasil Keju Berkualitas Internasional

Senin, 30 September 2019, 20:05 WIB

Noviyanto mengolah susu Boyolali menjadi keju berkualitas internasional. | Sumber Foto:DOk Noviyanto Blog

AGRONET -- Dikenal sebagai salah satu sentra ternak sapi perah, Kabupaten Boyolali memiliki potensi susu sapi yang sangat melimpah. Mata pencaharian masyarakat  yang rata-rata berprofesi sebagai peternak sapi perah, menjadikan kapasitas produksi susu sapi  bisa mencapai angka 110 ton setiap hari.
 
Noviyanto,  33 tahun, terinspirasi mengolah susu hasil ternak sapi perah warga lantaran melihat adanya panen susu yang melimpah akan tetapi tidak dibarengi dengan pemanfaatan yang maksimal.  Alhasil produksi susu terbuang gara-gara kelebihan produksi.
 

BERITA TERKAIT

Mengawali roda bisnisnya pada tahun 2009,  pemuda asal Boyolali ini sebelumnya terlibat di Lembaga Donor Pemerintah Jerman bernama Deutscher Entwicklungsdient (DED) yang saat itu terjun ke Kabupaten Boyolali untuk memberikan pelatihan bagi peternak sapi mengenai pemanfaatan hasil susu.
 
Noviyanto yang waktu itu berperan sebagai asisten seorang ahli produksi olahan susu dari DED yang bernama Benjamin Siegl, sedikit banyak ikut belajar bagaimana cara mengolah susu menjadi keju. Pengalaman inilah yang kemudian menguatkan tekad Noviyanto untuk merintis pabrik keju lokal di seputaran Kabupaten Boyolali.
 
Mengusung Indrakila sebagai nama usahanya. Noviyanto mengambil  nama dari kisah pewayangan. Indrakila merupakan tempat Arjuna berdoa sebelum perang melawan Kurawa. Jadi inti dari pemakaian nama tersebut adalah sebagai tempat untuk berdoa. Ia menganggap usaha pembuatan keju ini adalah bagian dari doanya. 
 
Noviyanto mengumpulkan dana sekitar Rp 500 juta dari 19 orang investor untuk membangun pabrik keju di Dukuh Karangjati, Karanggeneng, Boyolali,  Jawa Tengah.  Pabrik ini mampu memproduksi setidaknya 50 kilogram keju per hari. Saat ini keju Indrakila sudah mempunyai 9 varian, beberapa di antaranya seperti mozzarella freshmozzarella kuning, feta olive oilfeta chilimountain chili, dan boyobert
 
Boyobert merupakan jenis keju seperti camembert, tapi ia sengaja rubah namanya dari gabungan kata Boyolali dancamembert. Tiga jenis keju yang sudah mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dipasarkan secara ritel ke supermarket, yaitu mozarela, keju keraf, dan keju feta.
 
 
Memanfaatkan sedikitnya 500 liter susu yang dipasok dari para peternak sapi yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha (KSU) di Boyolali, setiap harinya Noviyanto bisa memproduksi 50 kilogram keju lokal yang rasanya tak kalah lezat dengan citarasa keju buatan pasar internasional.
 
Lulusan Arsitektur Universitas Muhammadiyah Solo ini memproduksi tiga jenis keju yang terdiri dari keju mozarela, keju keraf, serta keju feta yang sekarang ini telah dipasarkan secara ritel ke beberapa supermarket.
 
Jangkauan pasar keju buatan Indrakila telah berkembang hingga Pulau Bali, Semarang, Yogyakarta, dan Kota Solo. Dengan dibandrol berkisar antara Rp 85.000-Rp 135.000 per kg, Indrayanto bisa mengantongi omzet minimal Rp 60 juta dalam sebulan.
 
Dengan membidik para pelaku industri serta ekspatriat yang menyukai keju lokal, Noviyanto berharap agar suatu saat nanti keju lokal bisa lebih diterima masyarakat Indonesia sehingga bisa memajukan perekonomian para peternak sapi perah di Boyolali. Tidak ada lagi cerita, susu sapi yang dibuang ke sungai karena kelebihan produksi dan diharga  sangat murah. (234)

BERITA TERKAIT