LIPI Kembangkan Hasil Pertanian Kaya Nutrisi

Jumat, 01 Maret 2019, 09:03 WIB

Ilustrasi | Sumber Foto: LIPI

AGRONET -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah melakukan riset biofortifikasi pangan yakni proses menambahkan zat gizi pada bahan baku hasil pertanian pada proses budi daya. Zat gizi ditambahkan pada bahan baku pertanian, bukan pada produknya sehingga setelah budi daya bisa menghasilkan pangan kaya nutrisi.

Peneliti Pusat Peneltian Kimia LIPI, Agus Haryono, (1/3) menjelaskan riset terkait pangan biofortifikasi saat ini sudah dilakukan oleh lima satuan kerja LIPI, yakni Pusat Penelitian Bioteknologi, Pusat Penelitian Kimia, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna, Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA), dan Pusat Penelitian Biologi.  "Untuk Pusat Penelitian Bioteknologi risetnya yakni padi kaya Fe dan Zn, Beta Glukan, padi kaya beta glukan, umbi garut bebas gluten, dan singkong kaya beta karoten," jelas Agus.

Lebih lanjut, Pusat Peneltian Kimia risetnya tentang biofortifikasi asam folat alami, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna melakukan riset biofortifikasi terkait puding, bubur instan, pasta dari mocaf, tepung jagung, mie non gandum, banana flake, dan probarz. BPTBA melakukan penelitian terkait biofortifikasi yakni produk tepung makanan campuran tempe. Sedangkan, Pusat Penelitian Biologi risetnya yakni biofortifikasi selenium. 

Agus menambahkan, Saat ini Indonesia dibanjiri berbagai makanan impor. Kondisi ini diperberat dengan perilaku masyarakat terkait gizi dan pengasuhan pola konsumsi masyarakat yang belum memadai. 

Menurut global food security index 2017, Indonesia saat ini berada pada peringkat 69 dari 113 negara dilihat dari aspek ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan keamanan pangan. "Kini telah terjadi perubahan pengeluaran untuk konsumsi pangan olahan yg cenderung naik. Hal ini dikhawatirkan dapat berpengaruh pada konsumsi pangan yang berpengaruh pada kekerdilan atau stunting," pungkasnya(LIPI/591)