Teh Pahit untuk Mengatasi Diare

Jumat, 05 Juli 2019, 08:42 WIB

Teh pahit terbukti membantu mengatasi masalah diare. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Diare adalah salah satu masalah kesehatan yang menjengkelkan. Harus bolak-balik ke toilet untuk buang air besar, perut berasa tidak nyaman, tentu mengganggu aktivitas. Mengonsumsi teh pahit , baik teh tubruk maupun teh celup yang tidak diberi gula dipercaya dapat mengatasi diare. Benarkah?

Dalam kebiasaan minum teh sehari-hari, kebanyakan masyarakat Indonesia mengonsumsi teh dalam kondisi manis, bukannya teh pahit. Sebenarnya teh pahit jauh lebih baik bagi kesehatan dibandingkan dengan teh manis karena memiliki kadar kalori dan gula yang jauh lebih rendah. Mengonsumsi teh pahit tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan ataupun kadar gula darah.

Khusus untuk diare, teh pahit memang terbukti membantu mengatasi masalah pencernaan. Ini disebabkan adanya kandungan tanin di dalam teh. Tanin akan memicu efek astringen atau menurunkan kadar air dalam kotoran sekaligus menurunkan keinginan untuk melakukan buang air besar.

Artinya dengan minum teh pahit, diare akan berangsur-angsur mereda. Hanya saja, diare yang bisa diatasi oleh teh pahit adalah diare ringan, bukan diare berat. Jika diare yang parah, seharusnya segera mendapatkan penanganan medis.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi teh pahit maksimal tiga kali saja sehari untuk mengatasi diare. Jangan mengonsumsinya dengan berlebihan karena akan menyebabkan efek samping lain seperti peningkatan frekuensi buang air kecil mengingat sifat diuretik teh yang bisa menimbulkan efek tersebut.

Pastikan untuk mengonsumsi teh dalam kondisi hangat, bukan dalam kondisi dingin terlebih dicampur es batu. Es batu yang dipakai dikhawatirkan membawa bakteri yang bisa saja memperparah kondisi diare yang diderita.

Selain mengatasi diare ringan dengan minum teh pahit, pakar kesehatan menyarankan untuk memperbanyak air putih demi mencegah dehidrasi tubuh. Jika buang air besar terus berlanjut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius. (234)

BERITA TERKAIT