Agar Tanaman Anda Tetap Segar Saat Ditinggal Mudik

Senin, 11 Juni 2018, 10:47 WIB

Ilustrasi | Sumber Foto:Pixabay

AGRONET - Bagi mereka yang memelihara tanaman di pekarangan rumahnya. Mudik bukan sekadar menyiapkan bekal perjalanan. Persiapan juga dilakukan terhadap tanaman kesayangan yang akan ditinggalkan. Hal ini perlu dilakukan agar tanaman tidak layu bahkan mati kekeringan saat Anda kembali.

Selain kebutuhan sinar matahari, pengairan terhadap tanaman merupakan faktor penting, agar tanaman Anda tidak layu bahkan mati kekeringan. Karenanya, Anda memerlukan beberapa treatment yang perlu dilakukan agar tanaman kesayangan Anda tetap segar dan sehat saat ditinggal mudik.

1. Sistem irigasi tetes manual.

Agar tanaman Anda selalu mendapatkan air yang cukup, Anda bisa menerapkan sistem pengairan yang manual. Anda bisa menggunakan bekas infusan yang menetes lambat untuk pengairan tanaman Anda. Anda juga bisa bisa menggunakan botol kecap, sirup, atau botol leher panjang yang kosong lainnya. Bilas botol. Isi botol dengan air dan masukkan lehernya ke dalam tanah dari tanaman Anda. Untuk memperlambat tetesan air ke tanah, Anda bisa merakayasanya dengan: Pertama, memasukkan kerikil buatan ke dalam botol. Kedua, tetap gunakan tutup botol, namun agar air dapat mengalir, berikan lubang kecil-kecil pada tutup botol tersebut.

2. Cadangan Air dengan Sabut

Bagi Anda yang mudik cukup lama, Anda tentu membutuhkan cadangan air yang cukup agar tanaman Anda aman ditinggal berhari-hari. Anda bisa menyiasati dengan melapisi media tanam paling atas dengan moss atau sabut basah, hal ini bisa dipertimbangkan untuk memperlambat laju penguapan. Di samping itu cadangan air yang terdapat pada sabut atau moss basah ini juga bisa menetes dan melembabkan media tanam.

3. Biarkan Tanaman Anda Minum dengan Sistem sumbu

Dengan sistem sumbu, pada dasarnya Anda mengatur agar tanaman minum sendiri dari suatu tempat penampungan. Ada beberapa alat yang perlu Anda siapkan untuk menerapkan sisitem sumbu ini: Pertama, wadah untuk menempatkan air dalam (pilih salah satu yang tidak transparan, karena penetrasi cahaya mengundang timbulnya ganggang). Kedua, tali dari kaos bekas. Ketiga, pensil, sumpit, obeng, atau batang panjang lainnya, dan Keempat, tentu saja sumbu. Untuk tanaman kecil satu sumbu saja cukup, untuk tanaman besar, Anda butuh beberapa sumbu yang diikat ujungnya dengan tali.

Cara kerja sistem pengairan dengan sis tem sumbu adanah: masukkan ujung sumbu ke dalam tanah tanaman pot Anda dengan bantuan pensil atau sumpit, dan ujung lainnya pada tempat penampungan air. Letakkan tanaman dan penampungan air berdekatan satu sama lain. Dengan demikian tanaman Anda akan terus bisa terhindar dari kekeringan.

4. Penyiraman sendiri dengan kantong plastik

Cara pengairan tanaman ini termasuk paling mudah. Anda hanya membutuhkan kantong plastik dengan ukuran sedang dan jarum, paku payung, atau alat lainnya yang lancip. Isi plastik dengan air lalu ikat ujungnya, kemudian tusuk kantong dengan jarum atau paku payung dan letakkan kantong tersebut di tanah pot, dengan bagian yang berlubang menghadap ke bawah. Lubang yang kecil mencegah tanaman Anda tersirami terlalu banyak air. (Berbagai sumber/222)

BERITA TERKAIT