Memasak Daging Rendang Empuk dan Tidak hancur

Senin, 11 Juni 2018, 11:40 WIB

Rendang

AGRONET-Rendang merupakan salah satu menu hidangan favorit saat lebaran. Rendang memang cocok menjadi teman santap bersama ketupat. Saat dipadukan dengan gulai nangka atau sayur labu siam dan pepaya muda, bumbu rendang yang kental itu akan menyatu dengan kuah sayur yang juga bersantan. Perpaduan ini memberikan sensasi nikmat dan gurih di lidah. 

Rendang yang telah dinobatkan CNN sebagai makanan terenak di dunia pada tahun 2016 dan 2017 ini, memang menjadi makanan yang selalu pas di momen khusus, seperti lebaran. Rendang juga kerap hadir sebagai menu setelah Hari Raya Qurban, sebagai cara masyarakat memanfatkan daging qurban, terutama sapi dan kerbau.

Akibat menu yang berbahan dasar daging sapi ini banyak dinikmati masyarakat saat lebaran. Daging sapi juga kerap naik saat menjelang lebaran. Namun, bila tidak cermat dalam memasaknya, daging dalam rendang akan terasa keras atau hancur. Selain itu, kemungkinan bumbu tidak meresap ke dalam daging, karena dimasak kurang lama. Tapi kalau dimasak terlalu lama pun daging juga bisa hancur tak berbentuk seperti suwiran daging atau abon.

Agar menu rendang untuk hidangan lebaran Anda tidak gagal. Tips ini barangkali perlu Anda perhatikan:

1. Pilih bagian daging sapi

Daging sapi bagian paha memiliki tekstur yang lebih kuat saat dimasak lama seperti rendang sehingga dagingnya tidak mudah hancur. Agar Anda tidak alot, pastikan juga lemak sapi yang masih menempel pada permukaan daging telah dibuang.

2. Potong daging dalam ukuran besar

Waktu untuk memasak rendang sekitar 5-6 jam. Waktu tersebut diperlukan agar bumbu dapat menyerap dengan daging sapi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memotong daging dengan ukuran sedang atau besar. Potongan yang sedang atau besar akan terhindar dari kemungkinan hancur saat Anda terus mengaduk daging dengan bumbu di wajan. Pastikan juga anda memotong daging dengan tepat, yaitu searah dengan serat daging yang panjang.

3. Goreng daging sapi terlebih dahulu

Agar tekstur daging makin oke dan tidak mudah hancur, beberapa orang menyiasatinya dengan menggoreng daging terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam bumbu rendang. Tapi cara menggorengnya pun tak bisa sembarangan, yaitu cukup digoreng tanpa minyak di atas panci anti lengket. Jika permukaan daging sudah berwarna cokelat, angkat dan tiriskan. Daging rendang pun siap masuk ke dalam rebusan bumbu-bumbu.

4. Masak rendang dalam api kecil

Masaklah rendang dengan api kecil dan tunggu selama seharian atau semalaman yaitu sekitar 5-6 jam. Memang lama sih, tapi pasti sebanding dengan hasilnya yang empuk dan bumbunya pun akan meresap dengan sangat sempurna ke dalam daging.

5. Hindari mengaduk rendang terlalu sering

Sebaiknya hindari mengaduk rendang yang sedang dimasak terlalu sering, karena hal tersebut hanya akan membuat tekstur daging jadi hancur dan tidak menarik lagi. Aduk rendang sesekali saja dengan pelan untuk memastikan semua bagian daging terendam bumbu dengan baik.

6. Pisahkan daging rendang dari bumbunya

Jika daging sudah empuk, tapi bumbunya belum mengering dan berwarna coklat kehitaman, angkat dan pisahkan daging di wadah. Setelah itu lanjutkan memasak bumbunya saja sampai berwarna lebih gelap dan minyaknya keluar, lalu campurkan kembali daging ke dalam bumbu dan sajikan. Poin ini bertujuan agar daging tidak kemudian hancur karena terlalu lama dimasak.

7. Masak bumbu rendang terlebih dahulu

Cara lain yang bisa anda coba adalah dengan memasak bumbu terlebih dahulu selama 3-4 jam. Barulah setelah itu anda bisa mulai memasukkan daging. Memasak rendang dengan metode seperti ini bisa membantu agar bentuk daging tetap utuh nantinya. Jika anda memilih metode ini, pastikan gunakan bagian daging sapi yang empuk dan potong melawan arah serat dengan ukuran sedang. Anda juga bisa sedikit memukul-mukul daging terlebih dahulu agar bumbu lebih meresap ke dalam daging. (Berbagai sumber/222)

BERITA TERKAIT