Cara Jitu Memilih Hewan Kurban

Kamis, 02 Agustus 2018, 11:53 WIB

Kambing

AGRONET--Idul Adha 1439 H semakin mendekat. Bagi muslim yang mampu maka disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban sebagai wujud rasa syukur dan ketaatan seorang muslim kepada Allah SWT.

Di beberapa sudut kota pelapak-pelapak hewan kurban sudah bermunculan. Mereka menawarkan dari harga yang paling terjangkau sampai dengan yang premium. Jenis-jenis hewan ini pun didatangkan dari berbagai daerah sentra hewan ternak di Indonesia.

Bagi Anda yang hendak membeli hewan kurban, Anda mungkin sudah tahu bahwa Anda dianjurkan untuk memilih hewan kurban yang terbaik. Sehingga ibadah qurban yang Anda lakukan dapat terlaksana sempurna sesuai syariat dan sehat.

Berikut ini adalah tips memilih hewan qurban yang sehat dan sesuai syariat.

1. Usia hewan

Hewan qurban yang baik adalah yang sudah cukup usianya. Usia kambing dan domba yang cukup untuk dikurbankan adalah berusia 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau 22 bulan.

Cara mudah untuk mengetahui usia hewan kurban adalah melalui catatan kelahiran ternak yang dimiliki oleh pemilik. Selain itu, Anda juga dapat mengetahuinya dengan melakukan cek gigi hewan tersebut. Jika gigi susu hewan tersebut telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), hal tersebut menandakan ternak (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.

2. Sehat dan tidak cacat

Hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas.

Hewan kurban juga tidak dalam keadaan cacat (pincang, buta, daun telingan tidak ada). Karena dengan memberikan yang terbaik, tentu kita akan meraih hasil terbaik pula.

Untuk mengetahui bahwa hewan kurban itu sehat di antara tandanya adalah hewan kurban tersebut cuping hidungnya basah (bukan karena flu), bulunya bersih dan mengilap, nafas dan detak jantung normal, nafsu makan normal, lubang kumlah bersih, dan berwarna merah muda.

3. Pentingnya lokasi pembelian hewan

Memilih tempat membeli hewan kurban merupakan hal yang tak kalah penting. Jangan membeli hewan kurban yang diternak atau dilapaik di tempat pembuangan sampah. Karena hewan tersebut berpotensi memakan makanan mengandung bahan berbahaya dan tentu akan berdampak bagi tubuh manusia yang nanti akan mengkonsumsinya.

Pilihlah hewan kurban yang diternak atau lapaknya di lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi udara dan tanah. Lebih aman apabila Anda membelinya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Karena perawatan kesehatan hewan di RPH lebih terjamin. (Dari berbagai sumber/222)

BERITA TERKAIT