Tips Memilih dan Menyimpan Pisang

Rabu, 05 Desember 2018, 20:15 WIB

Simpan Pisang Sesuai Kematangannya | Sumber Foto:istimewa

AGRONET –  Pisang adalah makanan yang tepat untuk menambah nutrisi utama dalam diet Anda karena tersedia sepanjang tahun, mudah dibawa, dan rasanya manis dengan harga yang relatif murah. Pisang banyak dipilih orang selain karena rasanya enak juga memberi banyak manfaat. Setiap 100 gram pisang, kita akan mendapat asupan energi sebesar 136 kalori. Besar energi ini dua kali lebih besar dari yang diberikan oleh apel untuk berat yang sama.

Selain itu energi pisang adalah energi instan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan energi sesaat.  Tidak heran jika banyak atlet, berbekal pisang ke lapangan untuk dikonsumsi pada saat dibutuhkan tambahan asupan energi. Pisang kaya akan vitamin, potasium, serat mudah larut, dan pencegah protease yang membantu menyingkirkan bakteri di dalam perut. Sejumlah riset menunjukkan bahwa mengonsumsi pisang secara teratur bisa membantu memelihara fungsi jantung, tingkat tekanan darah, kerapatan tulang, mata, pencernaan, dan kesehatan ginjal.

Namun, sayangnya pisang akan menjadi cepat matang jika tidak disimpan dengan cara yang benar. Pisang yang yang sudah terlalu matang daging buahnya akan berubah kecoklatan dan menjadi lembek. Biasanya, pisang akan dibuang karena sudah tidak enak dimakan.

Berikut beberapa tips memilih dan cara menyimpan pisang agar matangnya pisang dapat mengikuti pola konsumsi Anda, pisang  tidak terlalu cepat matang dan busuk,

Pilihlah pisang berdasarkan tingkat kematangannya. 

Anda mungkin menginginkan pisang yang matang atau tidak terlalu matang, namun ini tergantung dengan kapan Anda ingin mengonsumsi dan bagaimana Anda ingin menyimpannya. Jika Anda membeli pisang untuk dimakan sendiri, maka Anda harus membeli pisang yang warnanya masih hijau agar tidak cepat matang saat disimpan. Namun jika Anda membeli pisang untuk keluarga atau beberapa orang yang akan segera mengonsumsinya, maka yang cocok adalah memilih pisang yang sudah matang.

 Beberapa hal yang perlu diingat ketika memilih pisang:

  • Pisang yang berwarna hijau berarti masih mentah. Belilah pisang berwarna hijau agar bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa dibekukan. Pilihlah pisang yang masih keras tanpa noda-noda hitam ata goresan pada kulitnya.
  • Pisang yang sudah matang memiliki warna yang lebih tua. Pisang yang sudah matang akan berwarna kuning, namun ada pula yang warnanya cokelat atau merah. Semakin tua warna kulit pisang, maka semakin matang pisang tersebut.
  • Pisang dengan noda cokelat rasanya paling manis. Ketika noda-noda cokelat semakin terlihat pada kulit pisang, maka daging buah di dalamnya semakin matang. Jika kulit pisang warnanya terlihat semakin cokelat atau hitam, maka pisang itu sudah terlalu matang.
  • Hindarilah pisang yang kulitnya terlihat keabu-abuan dan gelap. Ini adalah tanda kalau pisang itu sudah dimasukkan ke kulkas, sehingga menghalangi proses pematangan yang tepat.

Keluarkan pisang dari dalam plastik kemasan setelah Anda tiba di rumah. Jangan simpan pisang di dalam kantung plastik, karena terlalu lembap dan menyebabkan pisang menjadi busuk.

Simpanlah pisang yang masih hijau pada suhu ruangan. Mendinginkan atau membekukan pisang yang masih mentah akan membuat pisang tidak bisa matang secara sempurna setelah dikeluarkan ke suhu ruangan.

Jika Anda tidak ingin pisang terlalu cepat matang, jangan simpan pisang bercampur dengan buah lain (mangga, jeruk, apel, semangka, dan nanas). Tujuan dari tips di atas adalah untuk menghindari produksi gas etilen berlebih, agar laju pematangan buah pisang tidak terlalu cepat. 

Namun jika Anda ingin pisang bisa matang kurang dari satu hari, masukkan pisang yang masih hijau ke dalam kantung kertas cokelat. Masukkan pula sebuah apel atau tomat ke dalam kantung, guna mempercepat proses pematangannya, Cara lain untuk mempercepat proses pematangan adalah meletakkan pisang di dekat buah lain yang sudah matang di dalam satu mangkuk, misalnya bersama pisang lain yang sudah matang.

 Menyimpan Pisang Agar Matang

  1. Biarkan pisang yang matang berwarna kuning kehijauan, terpapar udara pada suhu ruangan selama beberapa hari.

Semakin hangat ruangan, maka pisang akan semakin cepat matang, Anda harus menjauhkan pisang dari sinar matahari langsung. Pisang yang disimpan pada suhu ruangan akan menarik perhatian lalat buah. Simpanlah pisang di dalam kantung kertas bersegel dan masukkan ke dalam kulkas jika muncul lalat buah.

  1. Gantung pisang pada alat penggantung pisang.

Jika Anda pencinta pisang, penting untuk mempunyai alat penggantung pisang .  Anda bisa meletakkan alat penggantung pisang yang berdiri di atas meja dapur, atau alat penggantung pisang yang bisa ditempel. Kedua alat penggantung pisang tersebut memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dan menghindari noda-noda pada pisang.

  1. Simpan pisang matang pada suhu ruangan jika Anda akan memakannya dalam beberapa hari.

Makanlah pisang atau masukkan ke dalam kulkas ketika noda-noda muncul pada kulitnya dan sebelum pisang telanjur menjadi terlalu matang.

  1. Simpan pisang yang sudah diiris-iris dalam keadaan segar.

Jika Anda mengiris-iris pisang untuk dibekukan atau dibuat salad buah yang lezat, berikan sedikit perasan jeruk lemon, air nanas, atau cuka untuk menjaga kesegaran pisang lebih lama.

Menyimpan Pisang yang Telah Matang

  1. Lepaskan pisang dari tandannya.

Jika pisang sudah cukup matang, Anda bisa menyimpannya dalam keadaan segar dan berwarna kuning lebih lama dengan cara melepaskannya dari tandannya. Hal ini akan membuat pisang-pisang itu lebih segar untuk waktu yang lebih lama.

  1. Simpanlah pisang matang bersama buah yang masih mentah.

Letakkan pir atau alpukat yang masih mentah di dekat pisang. Pir atau alpukat akan memperlambat proses pematangan pisang dan pada saat yang bersamaan mempercepat pematangan buah itu sendiri. Kondisi ini akan saling menguntungkan

  1. Bungkuslah tangkai pisang dengan pembungkus plastic atau alumunium foil.

Cara ini akan mencegah munculnya gas etilena yang diproduksi secara alami selama proses pematangan, yang akan menjangkau seluruh pisang agar tidak terlalu cepat matang. Anda bisa merekatkan plester pada pembungkus plastik agar lebih aman. Setiap kali Anda melepaskan pisang dari tandannya, bungkus lagi pisang dengan hati-hati. Sebagai alternatif, Anda bisa memisahkan pisang dari tandannya dan membungkusnya satu per satu. Cara ini memang lebih repot dan membutuhkan sedikit kesabaran, namun hasilnya akan setimpal.

  1. Masukkan pisang ke dalam bagian laci di kulkas setelah benar-benar matang.

Proses pendinginan akan memperlambat proses pematangan, namun tidak menghentikannya. Kulit pisang akan terus berubah menjadi cokelat, namun dagingnya akan tetap segar dan empuk selama 1-2 minggu. Menyimpan pisang matang di dalam kulkas akan mempertahankan rasa lezat dari pisang lebih lama, meskipun kulitnya berubah menjadi hitam. (Dari Berbagai Sumber/ 234)

BERITA TERKAIT